AYOJAKARTA.COM – Ingin masuk Universitas Airlangga (UNAIR) melalui jalur SNBP 2024 namun nilai rata-rata rapor kamu minim?
Tidak perlu ragu, ada salah satu cara yang dapat kamu terapkan agar bisa lolos SNBP UNAIR 2024 meski nilai rata-rata rapor kamu bisa dibilang peluangnya kecil.
Salah satu cara tersebut adalah dengan memilih jurusan sepi peminat yang ada di Universitas Airlangga (UNAIR).
Kenapa? Pasalnya dengan memilih jurusan sepi peminat, otomatis tingkat persaingannya akan semakin sedikit sehingga peluangmu untuk lolos jadi makin besar.
Namun jangan pesimis dulu, memilih jurusan kuliah sepi peminat bukan berarti prospek kerjanya tidak cemerlang.
Justru lulusan dari jurusan kuliah sepi peminat kebanyakan sangat dibutuhkan lantaran tenaga ahli di bidang jurusan sepi peminat tersebut sangat sedikit.
Dilansir oleh akun Instagram @pejuangptnindo pada (26/12/23), berikut 10 jurusan sepi peminat di Universitas Airlangga (UNAIR) berdasarkan SNBT 2023.
1. ILMU SEJARAH
Di peringkat pertama ada jurusan kuliah ilmu sejarah yang jug punya prospek karir di instansi pemerintahan seperti ahli geografi, analis penelitian, sejarawan, dan lain sebagainya.
Di UNAIR, jurusan Ilmu Sejarah ini berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Budaya atau biasa disingkat FIB.
2. STUDI KEJEPANGAN
Selanjutnya ada jurusan Studi Kejepangan yang juga masuk daftar jurusan sepi peminat di Universitas Airlangga (UNAIR).
Ada 5 fokus utama mata kuliah di jurusan ini yaitu bahasa Jepang, kebudayaan dan sejarah Jepang, membaca dan menulis, fukushuu, dan terakhir penerjemahan.
Prospek kerjanya sendiri juga bagus diantaranya bisa bekerja di kedutaan Jepang atau menjadi penerjemah bahasa asing maupun guru bahasa Jepang.
Baca Juga: SELAMAT Siswa yang Masuk ke Dalam 4 Kategori Ini Berhak Mendapatkan KIP Kuliah 2024, Kamu Termasuk?
3. ANTROPOLOGI
Lalu yang ketiga ada jurusan Antropologi yang berada di bawah pengelolaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Lulusan dari jurusan ini nantinya bisa bekerja di Pertambangan, Perbankan, ASN, Peneliti atau konsultan, BUMN, Jurnalis, dan lain sebagainya.
4. BAHASA dan SASTRA INDONESIA
Pada peringkat keempat jurusan sepi peminat di UNAIR adalah Bahasa dan Sastra Indonesia yang sudah terakreditasi A.
Peluang kerja dari jurusan ini bisa menjadi tenaga pendidik, ASN, PPPK, bekerja di BUMN, dan masih banyak lagi.
5. ILMU POLITIK
Selanjutnya, jurusan Ilmu Politik juga masuk dalam daftar jurusan sepi peminat yang ada di UNAIR.
Prospek kerja alumni jurusan ini bisa menjadi bagian dari pemerintah daerah maupun pusat, salah satunya menjadi anggota dewan maupun legislatif.
6. ILMU INFORMASI dan PERPUSTAKAAN
Nomor enam ada jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan yang merupakan jurusan termuda di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Lulusan dari jurusan sepi peminat yang satu ini nantinya bisa bekerja sebagai pustakawan di perpustakaan negeri maupun institusi.
Baca Juga: Kesaksian Palsu Hani dalam Kasus Jessica Wongso Dibongkar Rismon Sianipar: Sadarlah dan Minta Maaf
7. EKONOMI ISLAM
Kemudian yang selanjutnya ada jurusan Ekonomi Islam yang masuk daftar sepi peminat di Universitas Airlangga (UNAIR).
Secara umum, lulusan dari jurusan ini bisa bekerja di bidang perbankan, akuntansi, konsultasi bisnis dan keuangan, aktuaria, analisis data, serta sektor publik.
8. SOSIOLOGI
Rupanya prodi Sosiologi juga masuk daftar jurusan sepi peminat yang ada di UNAIR yang berada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Prospek kerja dari jurusan ini diantaranya sebagai peneliti, pengajar, pekerja sosial, marketing, HRD, jurnalis, dan masih banyak lagi.
9. ADMINISTRASI PUBLIK
Di Universitas Airlangga (UNAIR), jurusan sepi peminat yang satu ini masuk ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Meski sepi peminat, prospek kerja dari jurusan ini cukup banyak seperti staff administrasi, konsultan pemerintahan, pegawai BANK, aparat, pegawai BUMN, dan lainnya.
10. EKONOMI PEMBANGUNAN
Terakhir, jurusan sepi peminat yang ada di UNAIR adalah Ekonomi Pembangunan yang masuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Untuk prospek kerja dari jurusan ini diantaranya bisa bekerja di lembaga pemerintahan misalnya kementerian, lembaga ekonomi, atau badan perencana pembangunan.***