AYOJAKARTA.COM - Kebanyakan orang masih berpikir bahwa kekerasan hanya bisa dilakukan melalui fisik saja.
Fakta yang sebenarnya terjadi, kekerasan tidak hanya tentang fisik saja tapi juga bisa menyerang mental yang biasanya banyak orang tidak menyedari tentang ini.
Padahal kekerasan mental bisa menimbulkan dampak yang tidak kalah merusak dari kekerasan fisik.
Bagi seseorang yang menerima kekerasan mental dalam hidupnya bisa membuat korban mengalami trauma, hancurnya harga diri dan kepercayaan diri hingga mengalami depresi.
Namun sayangnya, meski memiliki dampak buruk yang tidak kalah merusak dari kekerasan fisik, kekerasan mental ini masih sering dilakukan dan dianggap normal oleh sebagian orang.
Lantas, apa saja sih kekerasan mental yang sering dilakukan dan dianggap normal?
Dikutip dari akun Instagram @mudahbergaul, berikut ini 5 kekerasan mental yang sering dilakukan dan dianggap normal.
1. Silent treatment
Kekerasan mental pertama yang masih sering dilakukan dan dianggap normal yaitu silent treatment.
Ini merupakan sebuah kondisi di mana seseorang dengan sengaja mendiamkan orang lain tanpa adanya komunikasi sama sekali.
Orang yang melakukan silent treatment ini berharap korbannya akan merasa peka, mengerti, dan mampu membaca pikirannya.
Silent treatment termasuk dalam kekerasan mental yang bisa membuat orang yang menjadi korban merasa bingung, gelisah dan juga ketakutan.
2. Playing victim
Kekerasan mental kedua yang masih sering dilakukan dan dianggap normal yaitu playing victim.
Ini merupakan sebuah kondisi di mana seseorang tidak mau mengakui kesalahan yang telah dilakukannya dan malah justru menyalahkan orang lain.
Mereka juga bahkan rela melakukan apa saja agar tidak disalahkan atas kesalahan yang telah dilakukannya.
Playing victim ini termasuk dalam kekerasan mental yang bisa membuat orang lain menjadi merasa bersalah dan merasa rendah diri.
3. Mengekang dan mendominasi
Kekerasan mental selanjutnya yang masih sering dilakukan dan dianggap normal yaitu mengekang dan mendominasi.
Ini merupakan sebuah kondisi di mana seseorang mengharuskan orang lain untuk melakukan semua yang diinginkannya.
Mereka tanpa ragu akan membuat aturan dan larangan tanpa adanya alasan yang jelas dan terlalu membatasi aktivitas atau kebutuhan orang lain.
Mengekang dan mendominasi termasuk dalam kekerasan mental yang bisa membuat seseorang merasa hidupnya "diambil" dan dikontrol.
4. Marah-marah yang berlebihan
Salah satu kekerasan mental yang masih sering dilakukan dan dianggap normal yaitu marah-marah yang berlebihan.
Ini merupakan sebuah kondisi di mana seseorang tidak bisa mengontrol diri ketika sedang marah.
Bahkan mereka bisa membentak-bentak. membanting barang, merusak barang hingga mengeluarkan kata-kata kotor dan tidak senonoh.
Marah-marah yang berlebihan ini termasuk dalam kekerasan mental yang bisa membuat orang lain merasa ketakutan, sakit hati hingga mengalami trauma.
5. No empathy
No empathy merupakan salah satu kekerasan mental yang masih sering dilakukan dan juga dianggap normal.
Ini merukana sebuah kondisi di mana seseorang tidak bisa peduli atau mengerti apa yang sedang orang lain alami dan rasakan.
Orang yang no empathy biasanya akan sering melakukan adu nasib, membanding-bandingkan terus merendahkan orang lain hingga menyepelekan orang lain.
No empathy merupakan kekerasan mental yang bisa membuat orang merasa tidak dihargai dan tidak diapresiasi, insecure hingga mengalami trauma untuk bercerita.
Baca Juga: Keahlian Tiap Golongan Darah, Ternyata Goldar Ini Punya Daya Ingat Paling Kuat
Dari 5 kekerasan mental di atas, manakah yang pernah kamu alami?
Jika kamu sedang mengalami kekerasan mental di atas, sebaiknya segera keluar dari lingkungan tersebut atau kamu bisa mencari dukungan dan pertolongan dari orang terdekat.
Demikian informasi mengenai 5 kekerasan mental yang masih sering dilakukan dan dianggap normal. Semoga bermanfaat.***