AYOJAKARTA.COM - Kepribadian narsistik atau Narsistic Personality Disorder merupakan salah satu dari tiga jenis kepribadian yang tergolong sebagai Dark Triad.
Selain Machiavelli dan Psikopat, seseorang dengan kepribadian narsistik menjadi figur karakter yang perlu dihindari demi kesehatan mental.
Sebab seseorang dengan kepribadian narsistik bukan saja minim empati, tetapi juga dikenal karena kehebatannya dalam berbohong, menyolong serta berperilaku serong.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Ungkap Bagaimana Kamu saat Marah Berdasarkan Bentuk Bibir
Berbeda dengan tipikal orang receh atau murahan yang sering disebut Pick Me karena kurangnya kepercayaan diri, seorang narsistik justru memiliki kesan sangat mengagumkan.
Kepercayaan diri seorang narsistik yang sangat tinggi, menjadikannya hadir sebagai pribadi dengan segudang prestasi dan pencapaian, meski semuanya hanya tipuan.
Seorang narsistik akan selalu menganggap bahwa dirinya merupakan pribadi yang berbeda serta lebih tinggi dibandingkan dengan orang di sekitarnya.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Ungkap Karaktermu Berdasarkan Tas yang Kamu Suka
Orang dengan kepribadian narsistik juga haus akan pujian, lapar kekaguman serta selalu ingin diperlakukan secara istimewa.
Kebutuhan orang lain akan rasa aman, dihargai, atau diperlakukan selayaknya manusia, bagi seorang dengan kepribadian narsistik tidaklah penting sama sekali.
Hal tersebut terjadi karena orang-orang NPD selalu menganggap apapun perilakunya harus bisa diterima dan dimaklumi orang lain.
Bagi NPD, setiap orang yang bisa dekat dengannya adalah manusia beruntung sehingga harus mengikuti segala keinginan dan kemauan meski bertentangan dengan aturan.
Saat terbukti bersalah dalam suatu persoalan, seorang NPD tidak segan-segan melemparkan kesalahannya kepada orang terdekatnya.
Seorang narsistik akan selalu menganggap manusia lain sebagai alat untuk dijadikan sebagai pijakan, dan orang-orang Empath merupakan sasaran terbaik para narsistik.
Namun demikian seorang narsistik tidaklah terbentuk secara instan, melainkan akibat kondisi diluar diri yang tidak bisa dikendalikan namun tetap dipaksakan.
Faktor lingkungan yang menuntut pencapaian tinggi serta hasrat supremasi terhadap diri seseorang, menjadi salah satu penyebab seseorang menjadi narsistik.
Disamping karena lingkungan eksternal, narsistik juga bisa diakibatkan karena faktor keluarga yang dihadirkan melalui genetika.
Setiap manusia memiliki keunikannya masing-masing yang perlu diapresiasi, tetapi bagi seorang narsistik hal tersebut tidak sepenuhnya berlaku.
Meskipun di permukaan luar seorang NPD terkesan pintar, ceria, senang, dan begitu bercahaya namun di dalam dirinya hanya tersedia rasa hampa.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Hal Pertama yang Kamu Lihat Mengungkapkan Banyak Hal Tentang Percintaanmu!
Karena itu, seorang narsistik perlu mendapatkan bantuan dari seorang Psikiater serta dukungan keluarga yang bisa dipercaya.
Salah satu cara agar bisa melakukan semua kebiasaan baru tersebut, selain rutin mengintrospeksi diri sendiri, meditasi serta yoga merupakan sebuah pilihan.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Jumat, 10 November 2023 dari kanal Youtube Kesehatan Mental dan Instagram @meaningful.me. ***