AYOJAKARTA.COM – Masih ingat dengan Sapardi Sodimejo atau biasa dipanggil dengan sebutan Mbah Gotho?
Mbah Gotho berdasarkan rekam data administrasi kependudukan KTP lahir pada 31 Desember 1870 dan wafat di usia ke 146 tahun, tepatnya pada 30 April 2017.
Bisa dibilang bahwa Mbah Gotho menjadi salah satu manusia yang tertua di dunia mengalahkan pada saat itu Jeanne Calment yang meninggal pada tahun 1997 dalam usia 122 tahun.
Namun Mbah Gotho tidak diverifikasi secara independen karena di Indonesia itu sendiri baru mulai mencatat kelahiran di tahun 1900.
Sehingga tidak bisa dianggap sebagai manusia tertua yang pernah tercatat dalam sejarah dunia.
Meski demikian, Mbah Gotho sempat menjadi perbincangan hangat pemberitaan nasional dan internasional.
Bukan hanya media dalam negeri saja, media asing juga turut menyoroti kehidupan dari Mbah Gotho, salah satunya yakni The Guardian.
Sebelum meninggal dunia, Mbah Gotho dikenal sebagai perokok berat yang bahkan kisah hidupnya juga sempat ditayangkan oleh berbagai media.
Baca Juga: Resep Panjang Umur Ratu Elizabeth II, Ternyata Makan Ini Setiap Hari
Dilansir AyoJakarta.com dari laman The Guardian pada Selasa 5 September 2023, disebutkan bahwa Mbah Gotho seorang perokok berat yang hidup lebih lama dari empat istrinya.
“Perokok berat, yang hidup lebih lama dari empat istrinya, meninggal minggu ini di desanya di Jawa Tengah setelah dibawa ke rumah sakit pada 12 April dengan kondisi kesehatan yang memburuk,” tulis dalam keterangan The Guardian.
“Dia bersikeras untuk kembali ke rumah untuk berkumpul dengan keluarganya dan meninggal pada hari Minggu,” lanjutnya.
Dalam sebuah wawancara oleh salah satu media lokal, Mbah Gotho sempat membagikan resep rahasia umur panjang dirinya sebelum dirinya wafat.
Memiliki usia lebih dari seratus tahun tentu saja merupakan sebuah anugerah yang tidak semua orang bisa mendapatkannya.
Baca Juga: 17 Jurusan Kuliah Lulusannya Banyak jadi Pengangguran Berdasarkan Survei Payscale, Yakin Mau Daftar?
Bertahan hingga berusia 146 tahun, Mbah Gotho ternyata memiliki resep sederhana untuk menjalani hidupnya selama ini.
Menurutnya resep panjang umur versi dirinya yaitu hanya menjalani hidup dengan ikhlas, sabar dan selalu bersyukur dalam hidup.
“Resepnya itu cuma sabar lan nrimo (sabar dan syukur),” kata Mbah Gotho ketika diwawancarai pada saat masih hidup di rumah nya Dusun Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah (23/8/2016).
Resep ini nyatanya terbukti ampuh karena meski sudah senja, dirinya jarang terlihat sakit berat dan tidak pernah dibawa ke rumah sakit,
Hal ini disampaikan oleh cucu yang merawat Mbah Gotho yakni Suryanto yang mengungkapkan bahwa selama dua puluh tahun merawat kakeknya tidak pernah dibawa ke rumah sakit.
Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah Teknik Paling Diminati di Indonesia dan Lulusannya Banyak Dicari Perusahaan Besar
“Kalau sakit itu paling cuma masuk angin atau kecapean,” ujarnya.
Sementara soal makan, cucunya mengungkapkan bahwa Mbah Gotho tidak pernah rewel urusan makan dan makan apa saja pasti mau.***