Gaya Hidup

5 Tanda Kamu Punya Hubungan Toxic dengan Diri Sendiri, Pernah Rasakan?

Oleh: Nuriyah Nofasari Minggu 27 Agu 2023, 11:40 WIB
Ilustrasi. Hubungan toxic dengan diri sendiri

AYOJAKARTA.COM - Setiap individu tentu memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda, dan mereka berusaha keras untuk mencapai harapan-harapan tersebut.

Banyak cara yang bisa digunakan untuk meraih tujuan hidup, dan beberapa dari mereka menetapkan standar yang tinggi untuk diri mereka sendiri.

Namun, perlu disadari bahwa dalam perjalanan mencapai tujuan tersebut, beberapa tindakan yang diambil bisa berpotensi menciptakan hubungan yang merugikan bagi diri mereka sendiri, yang seringkali dianggap toksik.

Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah Terfavorit di UNAIR, Psikologi Termasuk Nggak Ya?

Mungkin mudah bagi mereka untuk mengidentifikasi tanda-tanda hubungan yang toksik dengan orang lain, tetapi bagaimana dengan hubungan yang toksik dengan diri sendiri?

Hubungan yang merugikan dengan diri sendiri dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Masalah ini cukup serius karena seringkali individu tidak menyadari bahwa mereka telah terjerat dalam hubungan yang toksik dengan diri sendiri.

Oleh karena itu, sangat penting bagi mereka untuk mengenali tanda-tanda hubungan yang toksik dengan diri mereka sendiri agar bisa menjalin hubungan yang lebih sehat.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Jalani Hubungan Asmara dengan Lelaki Egois, Nomor 3 Bikin Kaget!

Berikut adalah 5 tanda kamu memiliki hubungan yang toxic dengan diri sendiri:

1. Terlalu Memiliki Standar Tinggi

Berusaha keras untuk mencapai harapan-harapan adalah hal yang positif, asalkan tetap realistis dan tidak berlebihan. Jika kamu sering menyalahkan diri sendiri atas kesalahan kecil, ini bisa menjadi tanda bahwa kamu adalah seorang perfeksionis.

Memiliki dorongan untuk mencapai kesempurnaan dalam segala hal dapat menimbulkan dampak negatif seperti kecemasan, keraguan diri, bahkan depresi.

Perfeksionis cenderung terfokus pada kekurangan dan kesalahan daripada pencapaian dan keberhasilan. Mereka selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah mereka capai dalam hidup. Akhirnya, mereka menjadi takut akan kegagalan dan sulit menerima kritik.

Penting untuk diingat bahwa tidak ada yang sempurna, dan kesalahan atau kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan.

Baca Juga: Cara Merawat Gigi dan Tips Memilih Pasta Gigi Anak

2. Membuat Diri Sendiri Gagal

Sabotase diri adalah tindakan merusak tujuan, hubungan, atau kesejahteraan seseorang, baik secara sengaja maupun tidak.

Mereka yang sering melakukan perilaku sabotase diri cenderung tidak produktif dan suka menunda-nunda pekerjaan.

Tindakan yang merugikan ini bisa mengurangi peluang dalam kehidupan Anda dan berpotensi merusak hubungan baik dengan diri Anda sendiri atau orang lain.

Sabotase diri bisa muncul akibat kurangnya keyakinan dalam diri, ketakutan akan kegagalan, dan masalah emosional yang belum terpecahkan.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah ini agar Anda bisa mengatasinya dengan lebih baik.

Baca Juga: Waspada! 5 Tanda Miliki Kolesterol Tinggi, Salah Satunya Kesemutan

3. Sering Mengkritik Diri Sendiri atau Orang Lain

Bagaimana kamu merespons saat membuat kesalahan kecil di tempat kerja atau mengucapkan sesuatu yang canggung dalam situasi sosial?

Mampu mengatasi situasi tersebut dengan tertawa dan melanjutkan bisa menunjukkan bahwa kamu memiliki keterampilan untuk mengatasi masalah dengan sehat.

Namun, jika kamu terjebak dalam hubungan yang merugikan dengan diri sendiri, kamu cenderung bersikap sangat keras pada dirimu sendiri.

Ketika kamu tidak bisa memberi dirimu maaf atas ketidaksempurnaan atau kesalahan, kamu mungkin akan terperangkap dalam siklus negatif.

Ini bisa berarti terjebak dalam perasaan malu dan bersalah yang berlebihan.

Sementara bertanggung jawab atas kesalahan adalah hal yang baik, memikirkannya secara berlebihan dan menghukum diri sendiri bisa menjadi tanda perilaku yang beracun.

4. Membenarkan Kebiasaan yang Tidak Sehat

Sudah umum diketahui bahwa menjaga kesehatan diri dan membuat keputusan-keputusan yang mendukung kesehatan itu penting.

Namun, jika kamu berada dalam hubungan yang merugikan dengan diri sendiri, kamu mungkin akan lebih rentan tergelincir ke dalam kebiasaan dan siklus yang merugikan.

Toxic relationship dengan diri sendiri adalah hubungan yang dipenuhi dengan rasa benci diri yang sulit diatasi.

Ini bisa mengarah pada perilaku tidak sehat, seperti penyalahgunaan zat, gangguan makan, dan perlakuan kasar terhadap diri sendiri.

Ketika berada dalam hubungan seperti ini dengan diri sendiri, kamu mungkin merasa bahwa perilaku berbahaya atau sabotase diri ini bisa dibenarkan karena kamu merasa tidak layak untuk merasa bahagia atau sehat.

Baca Juga: Cara Membuat WhatsApp Centang Satu Tanpa Matikan Data Atau Blokir Kontak Seseorang, Cukup Masukan Kode Ini

5. Mencari Validasi dari Luar

Menerima pujian dari orang asing atau mendengar kata-kata semangat dari orang yang kita cintai bisa membuat kita merasa diperhatikan dan dihargai, yang dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Namun, jika kamu sering mencari validasi semacam ini dari orang lain, perlu untuk merenungkan mengapa itu terjadi.

Mampu memberikan validasi dan dukungan pada diri sendiri adalah mekanisme koping yang sehat yang dapat meningkatkan rasa percaya diri dan citra diri yang positif.

Jika kamu tidak mampu melakukan ini dan sering mengandalkan orang lain untuk merasa baik tentang dirimu, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu memiliki interaksi sosial yang kurang sehat atau terjerat dalam siklus mencela diri sendiri.***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Jinan Vania Barizky