AYOJAKARTA.COM - Hanya menggunakan seseorang sebagai pelampiasan adalah tindakan yang akan sangat menyakitkan ketika kita terjebak dalam perasaan semacam itu. Pernahkah kamu mengalami hal seperti ini? Atau mungkin kamu yang pernah membuat orang lain menjadi pelampiasan dalam hubungan?
Menggunakan seseorang sebagai pelampiasan, terlepas dari alasannya, bukanlah tindakan yang patut dibanggakan. Sebaliknya, itu hanya akan menyakiti pasangan yang terlibat dalam hubungan tersebut, terutama jika kamu ingin cepat melupakan hubungan sebelumnya.
Kita tidak seharusnya bermain-main dengan hati seseorang, karena pada akhirnya hati kita juga bisa menjadi mainan dalam hubungan. Jadi, apa saja tanda-tanda bahwa seseorang hanya digunakan sebagai pelampiasan? Berikut adalah empat tanda yang perlu kamu waspadai.
Baca Juga: 4 Tanda Red Flag PDKT yang Tunjukkan Dia Lebih Suka Sahabatmu, Bukan Kamu
- Sering Membandingkanmu dengan Mantan Sebelumnya
Salah satu tanda lain yang mungkin mengindikasikan bahwa niat pasanganmu tidak tulus dan kamu hanyalah pelarian baginya adalah kebiasaan sering membandingkan dengan mantan-mantan sebelumnya. Ketika seseorang benar-benar tulus dan telah melangkah maju dari hubungan sebelumnya, mereka biasanya tidak akan melakukan perbandingan semacam itu.
Saat berbicara tentang hubungan, penting untuk memahami bahwa kamu dan mantan adalah dua hal yang berbeda dan tidak dapat disamakan. Jika pasanganmu terus-menerus melakukan perbandingan ini, itu bisa menjadi tanda bahwa dia mungkin tidak begitu peka terhadap perasaanmu, dan apa yang dilakukannya ini sebenarnya sangat menyakitkan bagi kamu.
Baca Juga: RED FLAG! Ini 5 Tanda Kamu Harus Resign dari Kantor, Sudah Merasakan Salah Satunya?
- Sikapnya Terlalu Tertutup
Apabila pasanganmu benar-benar jujur dalam perasaan cintanya, ia akan memperlihatkan sikap terbuka padamu.
Sikap yang tertutup atau merahasiakan hal-hal tertentu bisa saja menjadi mekanisme bawah sadarnya yang menyadari bahwa hubungan kalian mungkin tidak serius. Inilah alasan mengapa dia mungkin enggan untuk membuka diri mengenai kehidupan pribadinya.
Jika kamu mendeteksi adanya tanda-tanda semacam itu dalam hubunganmu, sangat disarankan untuk membicarakannya dengan pasangan.
Lebih baik untuk menghadapi kenyataan sekarang, ketika perasaanmu terhadapnya belum terlalu mendalam, daripada menunggu sampai nanti ketika mungkin dia memang tidak mencintaimu sepenuh hati.
Terlebih lagi, hal itu akan jauh lebih menyakitkan jika kamu sudah terlanjur mencintainya dengan sangat mendalam.
Baca Juga: 6 Tanda Seseorang Berhasil Menjadi Diri Sendiri, Pribadi Pas untuk Dijadikan Pasangan Sejati
- Menghilang Secara Tiba-tiba
Hubungan ini hanya dijadikan pelampiasan, pasangan tersebut mungkin dengan seenaknya datang memberikan harapan lalu pergi tanpa memenuhi janji-janjinya.
Biasanya, situasi seperti ini akan membuat seseorang yang menjadi pelampiasan merasa bingung dan sulit menentukan langkah yang tepat.
Mereka mungkin ingin melepaskan, namun perasaan mereka sudah terlanjur terlibat. Mereka juga mungkin ingin menghubungi pasangan, tetapi takut akan semakin tersakiti. Semua kemungkinan ini bisa menjadi bahan perdebatan dalam pikiran mereka.
Bagi kamu yang menjadi subjek pelampiasan, sangat penting untuk berhati-hati dan waspada dalam menangani situasi ini. Tanggapi pasanganmu sesuai dengan kebijaksanaan dan jangan mudah memberikan perasaan kepada seseorang yang mungkin masih belum benar-benar berdamai dengan masa lalunya.
Jika niatmu adalah membantu mereka untuk melepaskan kisah lama, selalu ingatlah bahwa tidak ada jaminan bahwa mereka akan dengan mudah beralih perasaan kepadamu.
Baca Juga: Hati-hati! Ketahui 5 Ciri-ciri Red Flag dalam PDKT, Coba Cek Apa Gebetanmu Termasuk?
- Pasanganmu baru saja putus
Setiap orang memiliki hak untuk merasakan cinta, dan kapan serta dengan siapa itu akan terjadi adalah misteri yang sulit ditebak. Tetapi jika kamu mengetahui bahwa pasanganmu baru saja mengakhiri hubungan asmara yang panjang, maka ada alasan untuk berhati-hati.
Perhatikan apakah pasanganmu sering membicarakan mantannya atau terus memantau media sosial mantannya. Tindakan semacam ini bisa menjadi pertanda bahwa kamu mungkin hanya menjadi pelarian baginya, digunakan untuk menunjukkan kepada mantannya bahwa dia telah melupakan masa lalunya, padahal sebenarnya belum.***