Hati-hati! Ketahui 5 Ciri-ciri Red Flag dalam PDKT, Coba Cek Apa Gebetanmu Termasuk?

Ilustrasi PDKT
Ilustrasi PDKT

AYOJAKARTA.COM - Pendekatan atau PDKT (Pendekatan Dalam Kencan Tapi Belum Resmi) adalah fase penting dalam hubungan percintaan namun perlu berhati-hati karena ada seseorang yang memiliki ciri-ciri red flag dalam PDKT.

Pada saat PDKT seseorang mencoba mendekati dan mengenal lebih dekat orang yang mereka minati tapi jika terlalu berlebihan maka merupakan ciri-ciri red flag dalam PDKT.

Dalam proses PDKT ini, beberapa orang mungkin menunjukkan ciri-ciri red flag dalam PDKT.

Baca Juga: Ini 3 Kesalahan Pria saat PDKT yang Bikin Wanita Ilfeel, Salah Satunya Ketergantungan HP

Berikut adalah beberapa ciri-cirinya dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kelas Cinta (30/5/2023) :

1. Memberi Perhatian Berlebih

Orang yang memiliki ciri-ciri red flag dalam PDKT cenderung memberikan perhatian yang berlebihan kepada orang yang mereka dekati.

Mereka mungkin mengirimkan pesan teks berulang-ulang, menelepon secara berlebihan, atau bahkan muncul secara tak terduga di tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh orang yang mereka minati.

Ini bisa menjadi tanda bahwa mereka terlalu terobsesi atau terlalu agresif dalam mengejar hubungan.

Baca Juga: Kamu Introvert Tapi Ingin Punya Pacar? Simak 5 Tips PDKT Anti Gagal, Say No To Jomblo

2. Keinginan untuk Mendominasi

Orang red flag cenderung memiliki keinginan yang kuat untuk mengendalikan jalannya hubungan. Mereka mungkin merasa perlu untuk selalu memutuskan apa yang akan dilakukan, di mana akan pergi, atau bahkan cara berpakaian.

Mereka kurang memperhatikan keinginan dan kebutuhan pasangan mereka, sehingga cenderung menciptakan ketidakseimbangan dalam hubungan tersebut.

Baca Juga: 7 Tips PDKT Sama Camer Anti Gagal yang Bikin Kamu Jadi Mantunya, Nomor 3 Penting!

3. Terlalu Cepat Mengungkapkan Perasaan

Seorang yang memiliki red flag dalam PDKT cenderung sangat cepat dalam mengungkapkan perasaan cinta atau keinginan untuk menjadi pasangan resmi.

Mereka mungkin mengatakan "Aku mencintaimu" hanya dalam beberapa pertemuan atau meminta orang yang mereka dekati untuk menjalin hubungan eksklusif dalam waktu singkat. Hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan membuat orang lain merasa tertekan.

Baca Juga: Naksir Berat Sama Si Introvert? Ini Dia 5 Tips Jitu Untuk PDKT Dengannya, Pasti Auto Jadian

4. Kesulitan dalam Menerima Penolakan

Orang yang memiliki red flag mungkin sulit menerima penolakan atau kegagalan dalam PDKT. Mereka bisa menjadi terlalu terikat emosional pada orang yang mereka dekati, sehingga sulit bagi mereka untuk menerima jika orang tersebut tidak tertarik atau memilih untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Mereka mungkin bersikeras atau terus mengganggu orang yang mereka dekati meskipun sudah jelas ditolak.

Baca Juga: 8 Langkah Jitu! Cara PDKT untuk Mendapatkan Pasangan yang Serius, Apa Saja?

5. Kehilangan Batas Privasi

Seseorang bisa dikatakan red flag jika sering kali tidak menghargai batas privasi orang yang mereka dekati. Mereka mungkin mencoba mengakses informasi pribadi atau melakukan penyelidikan yang berlebihan melalui media sosial atau teman-teman yang saling mengenal.

Ini dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman atau terancam, dan melanggar batas-batas yang seharusnya ada dalam hubungan yang sehat.

Namun perlu untuk dicatat bahwa tidak semua orang yang menunjukkan ciri-ciri ini adalah red flag yang sebenarnya. Beberapa orang mungkin hanya berusaha keras atau kurang memiliki keterampilan sosial.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# percintaan
# PDKT
# red flag
# hubungan

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.