AYOJAKARTA.COM-- Menjalin pertemanan adalah sesuatu hal yang wajar dan biasa saat kamu bersosial dengan orang lain.
Dengan berteman kamu mungkin saja bisa berkembang dan mendapatkan dampak positif lainnya seperti merasa punya keluarga kedua.
Namun perlu kamu ingat memilih teman juga perlu kamu perhitungkan, alih-alih mendapat teman yang baik dan saling maju bersama-sama. Kamu justru terjebak dalam tipu muslihat yang akan merugikanmu sampai keakar-akarnya.
Ini di tipe teman yang patut kamu hindari, dilansir dari YouTube Merry Riana, Selasa (13/6/2023), Ada 5 Tipe orang yang berbahaya.
1. Sok Baik Dengan Menjelekkan Orang Lain
Sikap ini sering kita jumpai dalam kehidupan di lingkungan kita, biasanya orang seperti ini mau terlihat baik bukan dengan cara berbuat baik tapi dengan cara menjelek-jelekan orang lain.
"Saya mah nyumbang Rp 100.000, dia mah apa masa nyumbang cuma Rp 5000 doang, duh topeng semua tuh". Pernah enggak sih ketemu orang tipe seperti ini?
Kelihatannya baik, tetapi jika hal baik ditambahkan embel-embel dengan menjelekan orang lain maka akan menjadi tidak bernilai.
Oleh karena itu, hati-hati lah dengan orang yang punya sikap yang seperti ini.
Dia mungkin saja menjelekan orang lain dihadapan kamu, tapi jangan-jangan nanti giliran kamu yang di jelekin dibelakang.
2. Naik Ke Puncak Dengan Menjatuhkan Orang Lain
Sukses, siapa yang didunia ini tidak ingin berhasil dalam hidupnya. Pastinya semua orang ingin dan mau banget menjadi sukses.
Namun, kalau sukses dengan cara menjatuhkan orang lain? beda lagi masalahnya.
Baca Juga: AS Khawatir Korea Utara akan Kirim Lebih Banyak Senjata ke Rusia untuk Perang Ukraina
Perilaku ini adalah sikap yang sangat buruk dan tidak baik, katakan tidak pada sikap buruk dan cara kotor untuk meraih kesuksesan.
Segala cara dilakukan, senggol kanan, senggol kiri, fitnah sana-sini menjatuhkan siapapun yang ada di atasnya.
Dengan cara itu mungkin saja sukses bisa didapatkan, tetapi tidak akan bertahan lama. "Gampang naik, gampang juga turunya" begitulah prinsipnya.
Ingat, sukses secara cepat boleh-boleh saja karena jaman sekarang semua juga harus gercep alias gerak cepat. Tapi cepat bukan berarti pakai cara-cara instan, cepat bukan berarti kamu bebas menjalankan segala cara. Catat, boleh naik tapi jangan menjatuhkan.
3. Merasa Hebat dan Besar Dengan Mengecilkan Orang Lain
Semua orang pastinya terlahir sebagai orang hebat, namun apakah orang itu terlihat hebat atau tidak? tergantung cara dia memperlakukan orang lain.
Sikap ini tentunya diikuti dengan rasa yang buruk seperti iri dan dengki, suka julid atau memberikan komentar-komentar pedas untuk mengecilkan orang lain.
Orang yang hebat adalah orang yang pintar menempatkan diri, orang hebat adalah orang yang akan senang dengan keberhasilan orang lain, bahkan orang hebat adalah orang suka membantu jika melihat orang lain sedang kesusahan.
Baca Juga: PDIP Preteli Kekuatan Anies Baswedan dengan Dekati AHY? Begini Menurut Pakar Politik
Orang hebat tidak akan berkata bahwa dirinya adalah orang yang besar dan hebat dari siapapun.
Oleh karena itu, kamu bisa kok menjadi orang besar dan hebat tanpa mengecilkan orang lain.
4. Merasa Selalu Benar dan Menyalahkan Orang Lain
Merasa selalu paling benar adalah tindakan yang tidak benar. Apalagi ketika salah atau dihadapkan dengan sebuah masalah, bukanya menerima tapi malah nyalahin orang lain.
Ingatlah ketika salah, ya harus mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas kesalahan tersebut bukannya malah mencari korban dan mencari alasan.
Baca Juga: 5 Tips Menjalin Hubungan dengan Cowok Introvert, Yuk Coba!
Jika sikap ini ada pada kamu, maka belajarlah untuk introspeksi diri dan jangan selalu mencoba mengorek kesalahan orang lain.
5. Ambisi dan Egois
Sebenarnya ambisi itu boleh dan sah-sah saja dan orang yang punya ambisi itu bagus. Tapi kalau ambisi yang egois alias mau menang sendiri lebih baik enggak deh.
Orang yang punya sikap yang seperti ini lah yang harus kamu hindari.
Orang yang punya ambisi dan egois tidak akan memikirkan bagaimana nasib dari orang-orang yang ia korbankan. Bisa jadi bukanya nambah teman malah jadi musuh dalam selimut.
Ingatlah menjadi sukses dan meraih jabatan tinggi tidak harus dengan menyingkirkan orang yang lainya. Maju tanpa sikut kanan dan kiri adalah sikap patut dijunjung dan memiliki jiwa kesatria.***