AYOJAKARTA.COM – Rintangan bertubi-tubi dihadapi oleh Anies Baswedan setelah dirinya dideklarasikan menjadi bakal Capres 2024.
Dari mulai dugaan adanya penjegalan yang menurut Anies Baswedan berupaya untuk menghentikan dirinya dari pencalonan presiden.
Kemudian survei elektabilitas Anies Baswedan yang terus menerus berada di peringkat ke-3, sedangkan bakal Capres lain yaitu Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo salip menyalip memperebutkan peringkat pertama.
Baca Juga: 8 Pinjol Legal dengan Tenor Panjang Agar Cicilan Aman Terkendali, Ada yang Sampai 12 Bulan, Lho!
Kini justru ada isu pecahnya koalisi perubahan karena ada pendekatan PDIP ke Ketua Umum Partai Demokrat yang merupakan pendukung Anies Baswedan.
Pendekatan yang dilakukan oleh Puan Maharani kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai sebagai gerakan politik yang menarik.
Karena keduanya berasal dari partai yang berseberangan, yaitu PDIP yang mengusung Ganjar Pranowo menjadi Capres dan Demokrat yang mengusung Anies Baswedan.
Bahkan Puan Maharani menyampaikan bahwa AHY masuk ke dalam radar PDIP sebagai kandidat Cawapres Ganjar Pranowo, dan akan segera melakukan pertemuan.
Baca Juga: Ayah David Ozora Beberkan Ancaman Mario Dandy ke Anaknya, Ungkap Bakal Dibunuh dan Ditembak
Diketahui bahwa Demokrat, Nasdem dan PKS bergabung menjadi koalisi perubahan, dengan adanya pendekatan yang dilakukan Puan Maharani ini publik berasumsi koalisi perubahan tidak lagi erat dan bisa membahayakan kekuatan Anies Baswedan.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube (13/6/2023), Pakar Politik Burhanuddin Muhtadi setuju dengan pernyataan dari pihak PDIP yang menyampaikan bahwa pertemuan Puan dan AHY tidak melulu soal politik.
Karena bisa saja pertemuan tersebut membahas bagaimana sama-sama membuat Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik.
Namun menurut Burhanuddin Muhtadi, jika melihat dari waktu pertemuan yang dilakukan menjelang Pilpres ini akan sulit dipungkiri bahwa pembahasan saat pertemuan tersebut bukan tentang politik.
Baca Juga: Ade Armando Lontarkan Isu Panas soal Kontrak Posisi Menteri Strategis Ditentukan PDIP, Benarkah?
“Dari segi timing, sulit mengatakan kedua tokoh ini apalagi dilanjutkan dengan pertemuan kedua sekjen tidak berbau politik. Jadi sulit ya,” ungkap Burhanuddin Muhtadi.
Menanggapi asumsi publik yang menganggap bahwa PDIP akan meminta Demokrat untuk bergabung, menurut Burhanuddin Muhtadi sulit untuk menyimpulkan adanya pergerakan sejauh ini.
“Apakah pertemuan tersebut punya target jangka pendek menarik Demokrat dalam koalisi pendukung Mas Ganjar, menurut saya terlalu jauh ya,” ujar Burhanuddin Muhtadi.
Selama ini PDIP terkesan menjadi partai yang eksklusif dan terkesan kaku karena tidak bersosialisasi dengan partai yang lain.
Jadi menurut Burhanuddin Muhtadi, gerakan PDIP untuk mulai bersosialisasi dengan partai lain merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh PDIP agar tidak lagi terkesan sebagai partai yang kaku.***

Share this article
Ada isu pecahnya koalisi perubahan karena ada pendekatan PDIP ke Ketua Umum Partai Demokrat yang merupakan pendukung Anies Baswedan.