Gaya Hidup

Gita Savitri Lantang Suarakan Penganut Childfree, Netizen Sebut Gitasav Derita Childphobic

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Kamis 09 Feb 2023, 15:46 WIB
Lantang Suarakan Penganut Childfree, Netizen Sebut Gitasav Derita Childphobic

AYOJAKARTA.COM - Nama Gita Savitri atau Gitasav sering terlihat menghiasi lini media massa dengan nama Gitasav terus menjadi perbincangan warganet.

Pasalnya setelah balasan komentarnya terkait anti aging adalah dengan tidak memiliki anak, ia terus menuai hujatan dan ramai di rujak oleh sesama influencer.

Bahkan setelahnya, beberapa netizen yang menghujat di sosial medianya dikomentari balik dengan pernyataan kontroversial lainnya terkait stunting.

Baca Juga: Febri Diansyah Sebut Ada 2 Kubu Soal Putri Candrawathi di Kasus Brigadir J: Kubu Perselingkuhan Tidak Valid

Namun dalam beberapa komentar yang trending pada platform Twitter, banyak netizen yang mengatakan Gita Savitri bukan penganut paham Childfree namun Childphobic.

Dikutip AyoJakarta.com dari laman suara.com dengan judul artikel "Merasa Akan Stres Dengar Teriakan Anak-anak, Warganet Ungkap Gitasav Bukan Childfree Tapi Childphobia, Apa Itu?", childphobic atau yang dikenal dengan istilah Pedophobia atau Pediaphobia adalah ketakutan berlebihan terhadap anak-anak, bayi, balita, atau bayi.

Kata Pediaphobia berasal dari kata Paidia yang berarti anak-anak dan Phobos yang berarti keengganan atau ketakutan.

Para penderita Pediaphobia akan berusaha keras untuk menghindari anak anak, sebab mereka menganggap bahwa anak-anak biasanya mengganggu dengan keberisikannya.

Baca Juga: Bharada E Kantongi Strategi Cerdas Usai Lepas dari Kasus Pembunuhan Brigadir J, Liza Marielly: Dia akan...

Orang-orang dengan penyakit ini akan merasa panik yang luar biasa meskipun hanya sekadar memikirkan melakukan kontak dekat dengan seorang anak kecil.

Hal ini pun kemudian menjadikan kehidupan para pengidapnya menantang karena banyak tempat yang memungkinkan untuk bertemu dengan anak-anak.

Dalam artikel tersebut dikatakan bahwa menghindari beberapa tempat yang dianggap tidak ada anak-anak akan membuat pengidapnya merasa lega.

Namun jika terus menerus menghindari ketakutan, maka justru akan memperkuat ketakutan tersebut.

Baca Juga: Cek Fakta : Ashanty Berniat Layangkan Gugatan Cerai Pada Anang Hermansyah, Benarkah?

Beberapa gejala pun dapat terlihat jika seseorang mengidap penyakit ini, antara lain:

Cemas Ketika Memikirkan Anak-Anak

Para penderita pedophobia bahkan tidak perlu bertemu dengan anak-anak secara langsung, bahkan hanya memikirkan dan melihat gambarnya saja mereka akan merasa cemas.

Cemas Saat Berada di Dekat Anak-anak

Kecemasan yang dialami oleh pengidap akan bervariasi oleh seorang pedophobia, hal ini tergantung tingkat keparahan pada si penderita.

Baca Juga: Umbar Utang Rp 50 Miliar Anies Baswedan pada Sandiaga Uno, Erwin Aksa Dapat Peringatan Keras dari 2 Sosok Ini

Namun, saat bertemu atau berada di dekat anak-anak, pengidap biasanya langsung merasa cemas, panik, dan ingin melarikan diri.

Terus-Menerus Menghindari Anak-Anak

Orang dengan pedophobia akan terus menerus menghindari tempat dimana banyak anak-anak berada.

Tidak Dapat Mengatasi Kecemasan Mereka

Para penderita pedophobia biasanya tidak dapat mengendalikan kecemasan dan ketakutannya saat bertemu dengan anak kecil.

Baca Juga: Siap-siap Kecewa Vonis Sambo Tak Sesuai Ekspektasi, Asep Iwan: dari Track Record Hakim Tipis Jika Dihukum Mati

Gejala Fisik

Gejala fisik para pengidap pedophobia adalah ketakutan yang berlebihan saat bertemu dengan anak kecil.

Selain itu mereka juga bisa mengalami gejala fisik lainnya seperti jantung berdebar, telapak tangan berkeringat, pusing, mual ketegangan otot, dan gemetar.

Mungkin mengalami serangan panik

Pada kasus yang ekstrem, serangan panik yang mengenainya penderita pedophobia bahkan bisa membuatnya dilarikan kerumah sakit akibat sernagan panik yang parah.

Artikel ini telah dimuat dalam laman suara.com sengan judul "Merasa Akan Stres Dengar Teriakan Anak-anak, Warganet Ungkap Gitasav Bukan Childfree Tapi Childphobia, Apa Itu?".***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Vincensia Enggar Larasati