BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Grup band asal Kota Kembang 'The Panic' mengawali eksistensi bermusiknya dengan merilis single terbarunya bertajuk 'Jika Dunia Terdiam'.
Single syarat makna ini kini mulai mendapat apresiasi masyarakat setelah 2 bulan dirilis. Tercatat lebih dari 10.000 streamer memutar lagu ini pada layanan streaming audio asal Swedia, Spotify.
Band indie pengusung genre musik baru Enigmatic Rock With Harmony ini, kini diisi Akis (Vocal-gitar), Nzoom (Bass), Kibot (Lead Gitar) dan Angga (Drum).
AYO BACA : Aktor The Dark Knight Rises Meninggal Karena Covid-19
The Panic juga kini diasuh tangan dingin Produser Robby Jalms, orang yang berperan besar dalam karier cemerlang Fiersa Besari.
Sejak dibentuk tahun 2001, The Panic dikenal bukan hanya piawai meracik musik nan renyah didengar, namun juga acap kali setiap liriknya memiliki makna yang dalam soal anomali kehidupan manusia.
"Pada single 'Jika Dunia Terdiam' ini kami memandang ada perubahan mindset manusia hari ini yang kembali memuja berhala, berhala itu bernama uang,"ucap Akis kepada Ayobandung.com, jaringan AyoMedia, Senin (6/4/2020).
AYO BACA : Cegah Penyebaran Corona, Bioskop CGV Berhenti Tayang Seluruh Indonesia
Pada Spotify, sejak dirilis 02-02-2020 angka pendengar rerata naik 200-300 pendengar setiap hari, grafik kenaikan pemutar lagu terus meningkat seiring gencarnya social distancing.
Menurut Akis, single terbarunya ini manifestasi dari kekhawatiran sekaligus kampanye untuk mengajak umat manusia kembali sadar dari dunia ambigu.
"Sudah seharusnya manusia paham bahwa ada kehidupan setelah selesai hidup dan itu bukan ketentuan berhala," sebutnya.
Akis memaparkan, setelah single ini The Panic berencana menelurkan tiga album Trilogi mengusung tema Cipta, Pelihara dan Binasa.
Pada karya berikutnya ini The Panic memaknai mati bukan bukan perkara candaan, melainkan sebuah fase menyakitkan jika manusia itu berperan sebagai orang jahat pada skenario dunia.
"Single ini merupakan gambaran pemahaman dari The Panic terhadap zaman, zaman yang sedang kita tertawakan kehidupannya, yaitu zaman di mana banyak manusia angkuh dan melupakan penulis skenario yang sesungguh-Nya di kehidupan ini," jelasnya. (Tri Junari)
AYO BACA : Kita Guncang Dunia, Single Terbaru Rhetoric States