Hiburan

Dinobatkan sebagai 50 Orang Terkaya di Jepang Tahun 2025, Begini Strategi Bisnis CEO UniqloTadashi Yanai

Oleh: Deba Lauda Selasa 03 Jun 2025, 22:14 WIB
Tadashi Yanai, pendiri dan CEO perusahaan induk Uniqlo kembali menempati posisi puncak dalam daftar 50 orang terkaya Jepang versi Forbes 2025.

AYOJAKARTA.COM - Tadashi Yanai, pendiri dan CEO perusahaan induk Uniqlo kembali menempati posisi puncak dalam daftar 50 orang terkaya Jepang versi Forbes 2025.
 
Pendiri Uniqlo itu dengan kekayaan bersih yang dimilikinya mencapai rekor tertinggi sebesar $50,3 miliar per Mei 2025. 
 
Yanai tidak hanya mempertahankan gelarnya sebagai orang terkaya di Jepang tetapi juga naik ke peringkat ke-28 dalam daftar miliarder global Bloomberg.

Fast Retailing mencatatkan pertumbuhan laba operasional sebesar 31 persen menjadi 500,9 miliar yen atau sekitar $3,35 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada Agustus 2024. 
 
Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu! Tanaman Herbal Biji Kelor Indonesia yang Kini Banyak Dilirik hingga Diekspor Berbagai Negara
 
Uniqlo juga menandai tahun ketiga secara berturut-turut mencapai rekor laba dan didorong oleh margin keuntungan yang meningkat di segmen internasional .
 
Perusahaan retail in uga memproyeksikan pertumbuhan laba operasional lebih tinggi menjadi 530 miliar yen untuk tahun 2025.
 
Yanai memiliki visi ambisius untuk menjadikan Fast Retailing sebagai peritel pakaian terbesar di dunia, menyaingi raksasa seperti Inditex (pemilik Zara) dan H&M. 
 
Dengan lebih dari 3.500 toko di seluruh dunia, termasuk ekspansi agresif di pasar Barat.
 
Uniqlo terus memperluas jangkauannya karena Yanai juga aktif dalam investasi properti strategis seperti pembelian gedung Uniqlo di Milan senilai €300 juta atau sekitar $339 juta pada Mei 2025.
 
Baca Juga: Diskon Listrik 50 Persen Gagal Efektif, Gantinya Bantuan Uang Tunai Rp300 Ribu yang Disalurkan kepada 17 Juta Penerima Ini, Siapa Saja?
 
Kenaikan nilai yen telah memberikan dorongan signifikan terhadap kekayaan bersih Yanai. Sebagai contoh laba dari operasi internasional Uniqlo yang dikonversi kembali ke yen menghasilkan peningkatan nilai yang substansial. 
 
Selain itu lonjakan pariwisata di Jepang telah meningkatkan penjualan bebas bea, memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perusahaan .
 
Uniqlo dikenal dengan ciri khasnya yang fokus pada pakaian dasar berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. 
 
Strategi ini, yang dikenal sebagai LifeWear atau lebih menekankan pada kesederhanaan, fungsionalitas, dan keberlanjutan. 
 
Yanai percaya bahwa konsumen modern lebih menghargai nilai dan kualitas daripada tren mode cepat dan pendekatan telah terbukti sukses di pasar global.***
Reporter Deba Lauda
Editor Jinan Vania Barizky