Hiburan

Rela Melakukan Apapun Demi Mendapat Perhatian dan Pujian, Kenali Ciri-ciri Seorang Penderita Mythomania yang Butuh Bantuan

Oleh: Karseno AJ Jumat 12 Jul 2024, 20:37 WIB
Kondisi Mythomania memiliki kecenderungan tidak dapat mengendalikan kebohongannya sehingga sering disebut dengan Pathological Lying.

 

AYOJAKARTA.COM – Dalam dunia psikologi, dikenal adanya istilah Mythomania atau suatu kondisi pada seseorang yang memiliki kebiasaan berbohong.

Individu dengan kondisi Mythomania, akan memiliki kecenderungan tidak dapat mengendalikan kebohongannya sehingga sering disebut dengan Pathological Lying.  

Telah menjadi kajian khusus di bidang psikologi, penyebab seseorang menjadi Mythomania atau pembohong akut hingga saat ini masih belum dapat diketahui secara pasti.

Namun demikian sejumlah psikolog meyakini sejumlah penyebab lahirnya karakter Mythomania adalah karena faktor lingkungan.

Baca Juga: Tanggapi Hotman Paris, Toni Yakin Pegi Setiawan Tidak Bisa Jadi Tersangka Lagi, Sebut Sudah Dapat Ini dari Penyidik

Individu yang terbiasa hidup dalam lingkungan penuh kebohongan atau mendapat lebih banyak keuntungan, dianggap sebagai salah satu penyebab.

Disamping karena faktor lingkungan, penyebab suburnya Mythomania adalah akibat peristiwa traumatis yang belum dipulihkan.

Kepercayaan diri yang sangat rendah, atau minimnya perhatian dari pengasuh serta orang-orang terdekat, juga dipercaya sebagai penyebab lahirnya Mythomania.

Dalam spektrum lebih luas, Mythomania yang kerap dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental seseorang juga dipercaya merupakan gejala dari penyakit lain dan lebih besar.

Baca Juga: Dana Sebesar 325 Miliar Rupiah Milik KPM Bantuan Sosial PIP Dikembalikan ke Kas Negara, Ini Penyebabnya

Untuk lebih mengetahui kondisi di lingkungan sosial terdekat, berikut ini adalah ciri-ciri seorang Mythomania yang perlu diperkuat dengan diagnosa Ahli.  

Ciri pertama Mythomania adalah adanya kecenderungan menceritakan hal-hal luar biasa yang terkesan sangat nyata dan berlebihan.

Seorang dengan kondisi Mythomania juga terkadang mengadopsi kisah hidup milik orang lain sebagai bagian dari pengalaman pribadinya.

Ciri kedua seorang dengan kondisi Mythomania adalah bersedia untuk melakukan kebohongan tanpa harus mendapat keuntungan materil.

Adapun ciri selanjutnya dari seorang penderita Mythomania adalah adanya kecenderungan kuat untuk terus berada di dalam kebohongan.

Dalam banyak hal, seorang penderita Mythomania akan menciptakan suatu zona nyaman bagi diri sendiri dengan membuat suatu rangkaian kebohongan.

Meski tidak sepenuhnya benar-benar terjadi, penderita Mythomania akan sangat mempercayai realitas fiksi yang diciptakan sendiri atau sangat meyakini halusinasi.

Baca Juga: Alasan Fahri Hamzah Usul Pilgub Jakarta Ditiadakan dan Lebih Pilih Pilkada Walikota

Ciri kelima dari seorang penderita Mythomania adalah keinginan kuat untuk selalu menjadi pusat perhatian, dan bersedia melakukan kebohongan apapun demi mendapatkannya.

Dalam sejumlah kasus, penderita Mythomania seringkali berperan menjadi korban dari suatu keadaan sehingga bisa terus mendapatkan perhatian.

Ciri keenam dari seorang penderita Mythomania adalah adanya kecenderungan untuk terus mengulangi kebohongan, karena bisa mendapat kepuasan.

Baca Juga: Tanpa Saingan! Ide Usaha Modal Rp25 Ribu Omzet Rp7,5 Juta/Bulan Tahun 2024

Meski terkesan sangat menyebalkan, seorang penderita Mythomania merasa dunia yang dijalaninya penuh dengan kesepian dan sangat membutuhkan pertolongan.

Dengan adanya kemauan dan kesadaran diri dari penderita, seorang Mythomania masih dapat disembuhkan dengan bantuan Ahli.***

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam