AYOJAKARTA.COM – Inner child atau kecenderungan berperilaku seperti anak-anak yang dilakukan oleh orang dewasa, sering menjadi kendala dalam suatu hubungan.
Adanya ketidak seimbangan secara emosional, intelektual dan spiritual menjadikan inner child berdampak buruk dalam setiap aspek hubungan.
Kondisi inner child seseorang yang masih mengalami luka dan belum tuntas, akan berwujud dalam sebuah pola perilaku pada orang dewasa.
Untuk memulai pertumbuhan agar seimbang secara pribadi serta selaras dengan peran sosial, penting bagi tiap individu mengenali dan mengendalikan pola perilaku yang dimiliki.
Selain berkonsultasi dengan tenaga profesional, salah satu upaya tersebut adalah dengan mengetahui jenis pola inner child yang selalu ada dalam suatu hubungan.
Sebagai referensi informasi dan pengetahuan, berikut ini adalah jenis pola inner child yang perlu diketahui.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Sepeda Motor dengan Tuas Kopling Manual, Wajib Tahu sebelum Menyesal!
The Rescue atau Hero, adalah jenis inner child yang ditandai dengan keinginan untuk selalu berusaha menyenangkan pasangan dan mengabaikan diri sendiri.
Individu dengan jenis inner child semacam ini akan menampilkan pola sebagai penjaga dalam sebuah keluarga.
The Good Child, merupakan bentuk pola perilaku yang selalu patuh dan ingin menyenangkan orang tua atau pengasuh.
Individu dengan pola inner child semacam ini biasanya ditandai dengan adanya kesulitan dalam mengungkapkan pikiran atau emosi dalam suatu hubungan.
Baca Juga: Mulai Dibuka Hari Senin 10 Juni 2024! Ini Jumlah Kuota Jalur Prestasi PPDB 2024 Jakarta
The Overachiever, merupakan pola inner child yang ditandai dengan adanya usaha keras untuk bisa mendapatkan validasi dari orang lain saat menjalin suatu hubungan.
Individu dengan inner child ini biasanya akan merasa dihargai apabila mampu berbuat suatu hal yang banyak diimpikan kebanyakan orang.
The Avoider, individu dengan pola inner child semacam ini akan cenderung menghindari konflik dalam suatu hubungan serta berusaha menjauh dari pencetus luka batinnya.
Pola inner child selanjutnya adalah The Manipulator atau sering juga disebut dengan istilah Si Pembohong Akut.
Individu dengan luka inner child jenis ini biasanya akan ditandai dengan kebiasaan hidup berbohong untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.
Selain itu, individu dengan inner child semacam ini akan memiliki pola hubungan yang sangat tertutup sehingga selalu memanipulasi orang terdekat atau pasangan.
Baca Juga: Terbaru! Ini Daftar Instansi Pusat yang Membuka Formasi CPNS 2024
Pola inner child selanjutnya adalah The Victim atau individu yang selalu menempatkan diri sebagai seorang korban saat menjalin suatu hubungan.
Selain miskin akan tanggung jawab, individu yang belum tuntas dengan luka batin ini akan cenderung menyalahkan pasangan atau orang terdekat saat menghadapi persoalan.