AYOJAKARTA.COM - Abdul Malik Karim Amrullah atau yang dikenal sebagai Buya Hamka adalah seorang ulama, filsuf, dan sastrawan Indonesia.
Sebagai seorang sastrawan, nama Buya Hamka cukup melambung tinggi, karya-karya yang ia tuangkan dalam tulisan antara lain Di Bawah Lindungan Ka'bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, dan Merantau ke Deli.
Kisahnya yang luar biasa membuat sutradara kenamaan Fajar Bustomi membuat kisah Buya Hamka yang inspiratif untuk dijadikan film.
Baca Juga: Link Nonton dan Sinopsis Buya Hamka 2023, Film Terbaru Vino G Bastian dan Laudya Cynthia Bella
Peran Buya Hamka diperankan oleh Vino G Banstian dan Laudya Chintya Bella sebagai istri, film ini sudah tayang sejak 20 April 2023.
Selain itu, Buya juga dikenal sebagai seorang yang kerap membagikan nasihat soal percintaan.
Dikutip Ayojakarta.com dari laman Suara.com berikut 10 kata-kata cinta dari Buya Hamka, romantis dan menyentuh hati.
Baca Juga: Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal: Benarkah MUI dan Buya Hamka Berfatwa Haram?
1. Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
3. Bahwasanya cinta yang bersih dan suci (murni) itu, tidaklah tumbuh dengan sendirinya.
3. Kerana apabila saya bertemu dengan engkau, maka matamu yg sebagai bintang timur itu sentiasa menghilangkan susun kataku. (Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck).
Baca Juga: Buya Hamka, Sosok Spesial di Muhammadiyah
4. Kadang-kadang cinta bersifat tamak dan loba, kadang-kadang was-was dan kadang-kadang putus asa. (Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck)
5. Satu hati lebih mahal dari pada senyuman. Satu jiwa lebih berharga dari pada sebentuk cincin.
6. Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri.
Baca Juga: Buya Hamka, Nelson Mandela dan Anies Baswedan
7. Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.
8. Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan. Tetapi cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan. (Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck)
9. Takut akan kena cinta, itulah dua sifat dari cinta, cinta itulah yang telah merupakan dirinya menjadi suatu ketakutan, cinta itu kerap kali berupa putus harapan, takut cemburu, hiba hati dan kadang-kadang berani. (Di Bawah Lindungan Ka'bah)
10. Apakah keuntungan dan bahagianya cinta yang tiada berpengharapan?
Bukankah cinta itu sudah satu keuntungan dan pengharapan? (Di Bawah Lindungan Ka'bah).***