Internasional

Melarang Perayaan Maulid Nabi tapi Justru Merayakan Halloween, Arab Saudi Tuai Kontroversi

Oleh: Dyah Arum Ratri Selasa 01 Nov 2022, 16:25 WIB
Melarang Perayaan Maulid Nabi Tapi Justru Merayakan Halloween, Arab Saudi Tuai Kontroversi

AYOJAKARTA.COM - Negara Arab Saudi kini tengah menjadi pusat perhatian dunia.

Negara yang merupakan pusat ajaran Islam tersebut belakangan ini banyak menimbulkan kontroversi.

Perubahan drastis di Arab Saudi tersebut bermula sejak Pangeran Mohammed Bin Salman turut mengatur jalannya pemerintahan di negara tersebut. 

Baca Juga: 2 WNI Terluka Imbas Tragedi Halloween Itaewon, KBRI Seoul Beberkan Kondisi Korban

Salah satu yang cukup mencuri perhatian dunia adalah ketika Arab Saudi diketahui menggelar festival Halloween pada pekan lalu.

Padahal pemerintah kerajaan Islam tersebut sebelumnya melarang perayaan semacam ini.

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Tv One News pada (31/10), menginformasikan perayaan Halloween tersebut dijuluki ‘Scary Weekend’ yang digelar di The Boulevard Riyadh. 

Baca Juga: Update Tragedi Halloween di Itaewon, 2 WNI Turut Jadi Korban

Diketahui ‘Scary Weekend’ ini merupakan acara kedua yang diadakan di kota Riyadh pada pertengahan Maret lalu.

Hal tersebut bertujuan agar tidak terlihat seperti acara memperingati Halloween.

Sehigga pesta tersebut diadakan sebelum perayaan Halloween yang biasanya jatuh pada 31 Oktober.

Baca Juga: Arab Saudi Rayakan Halloween, Sempat Heboh Media Sosial karena Masih Melarang Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Bahkan perayaan Halloween ini disebut menjadi pesta kostum terbesar di Arab Saudi.

Sontak saja perayaan Halloween di Arab Saudi tersebut memicu kritik dari umat muslim dunia.

Dimana Arab Saudi selama ini dikenal sebagai pusat ajaran islam, sedangkan Halloween dipandang sebagai budaya barat.

Baca Juga: KBRI Berikan Informasi Hotline terkait Tragedi Halloween Itaewon, Catat di Sini!

Apalagi sebelumnya pemerintah Arab Saudi justru melarang perayaan maulid nabi Muhammad.

Semenjak pemerintahan dikendalikan oleh Mohammed Bin Salman, negara Arab Saudi terus membuat gebrakan ke arah yang lebih modern.

Gebrakan baru tersebut seperti membuka gelaran konser, bioskop, penyatuan perempuan dan laki-laki dalam kerumunan bahkan hingga menginjinkan penjualan alkohol di tempat-tempat tertentu.

Pemerintah Arab Saudi menuturkan jika gebrakan yang dilakukan saat ini sebagai upaya mendongkrak sektor pariwisata disamping sektor perminyakan. ***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Desi Kris