Internasional

Kisah Masa Kecil Vladimir Putin, Tak Disangka Dulu Tukang Ribut dan Hidup Miskin di Lingkungan Preman

Oleh: Admin Rabu 29 Jun 2022, 06:45 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin

AYOJAKARTA.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini kembali jadi sorotan dunia setelah memerintahkan invasi ke Ukraina

Bahkan Putin kini disebut sebagai salah satu pemimpin otoriter yang terus melanggengkan kekuasaan di Rusia.

Sejak itu, banyak orang penasaran apa sebenarnya yang ada di pikiran Putin. 

Hingga akhirnya, masa kecil Putin pun dicari-cari oleh publik.

Sejumlah pihak penasaran seperti kehidupan masa kecil Putin hingga menjadi sosok yang sekarang.

Baca Juga: Tak Masuk Akal, Sekjen PBB Desak Putin Hentikan Perang di Ukraina

Dilansir melalui situs resmi Kremlin, Rabu (29/6/2022) Putin lahir 7 Oktober 1952 di Kota Leningrad yang saat ini lebih dikenal dengan St Petersburg.

"Saya datang dari keluarga normal, dan ini bagaimana saya hidup sejak lama, hampir seluruh hidup saya. Saya hidup sebagai orang biasa, normal, dan saya selalu menjaga koneksi itu," kata Putin. 

Ibu Putin, Maria Shelomova, dideskripsikan sebagai sosok wanita yang sangat baik dan suka menolong.

"Kami hidup dengan sup kol, irisan daging, panekuk, tetapi pada Minggu dan hari libur, ibu saya bakal memanggang roti isi (pirozhki) yang sangat enak, yang dipenuhi kol, daging, nasi, dan pai (vatrushki)," tutur Putin.

Namun saat ia kecil, sang ibu tak menyetujui keputusannya belajar judo atau seni bela diri.

"Setiap kali saya pergi untuk berlatih, dia bakal komplain,' dia (Putin) pergi berkelahi lagi,'" cerita Putin.

Sedangkan ayahnya Vladimir Putin, sempat ikut dalam perang. Tahun 1950-an, ayah Putin bekerja sebagai satpam dan menjadi mandor.

Baca Juga: Apa dan Siapa Vladimir Putin? Sosok Misterius yang Ingin Pimpin Rusia Hingga 2036

"Ayah saya lahir di St Petersburg pada 1911. Saat Perang Dunia I dimulai, hidup di St Petersburg menjadi sulit, orang-orang kelaparan, jadi seluruh keluarga kami pindah ke Pominovo, sebuah desa di wilayah Tver, yang merupakan kampung halaman nenek saya. Di Pominovo, ayah saya bertemu ibu saya, dan mereka menikah pada umur 17 tahun," tutur Putin.

Setelah perang, Putin diketahui tinggal di apartemen komunal di Baskov Lane, St Petersburg.

Meski kehidupan Putin tampak normal, sebuah media mengatakan bahwa ia hidup bersama dengan tikus di apartemennya yang bobrok.

Melalui catatan buku "In First Person: An Astonishingly Frank Self-Portrait" yang menuliskan biografi Putin dikutip dari Mirror, ia menceritakan kemiskinannya semasa kecil.

"Ada gerombolan tikus di depan pintu masuk. Saya dan teman saya biasanya mengejar mereka dengan tongkat," tulis Putin dalam buku itu. 

"Saya pernah melihat tikus yang besar dan mengejarnya ke aula hingga saya berhasil memojokkan tikus itu. (Tikus) itu tak memiliki tempat untuk kabur. Tiba-tiba, tikus itu meloncat ke arah saya. Saya kaget dan ketakutan," lanjut Putin.

Baca Juga: Vladimir Putin Akui Rusia Kekurangan APD untuk Lawan Covid-19

Selain itu, buku berjudul "The Man Without a Face: The Unlikely Rise of Vladimir Putin," menceritakan Putin tinggal di lingkungan flat yang dipenuhi sampah, lubang-lubang. Bahkan tempat tinggal itu kurang penerangan.

Putin juga dikatakan tinggal dalam gedung dengan tangga reyot dan pegangannya rusak.

Apartemen Putin kecil tersebut cuma punya satu kompor gas dan satu wastafel.

Tak cuma itu, Putin juga disebut tumbuh dalam lingkungan yang penuh sampah dan menjadi markas preman.

Menurut teman sekelas Putin, Viktor Borisenko, presiden Rusia itu tumbuh di lingkungan yang disekitarnya semua preman.

"Warga di sana biasa tak mandi, tidak mencukur rambut, orang-orang yang merokok dan meminum anggur murah. Minum terus, menyumpah, dan berkelahi. Dan ada Putin di tengah-tengah lingkungan ini," tutur Borisenko.

Putin lalu membawa 'gaya hidupnya' itu ke dalam kelas. Bahkan, ia sempat terlibat perkelahian dengan beberapa temannya.

"Guru menarik kerah baju Putin dari kelasnya ke kelas kami. Kami sedang membuat pengki di kelasnya dan Putin melakukan kesalahan. Membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya tenang. Prosesnya sendiri sangat menarik. Awalnya Putin tampak merasa lebih baik, seperti masalah itu telah usai. Lalu dia marah lagi dan menunjukkan kemarahannya. Dia melakukan ini berkali-kali," kata Borisenko.

Baca Juga: Bersumpah Pihaknya akan Balas Jepang Buntut Sanksi Invasi ke Ukraina, Rusia: Berpandangan Sempit!

Dalam buku itu diceritakan bahwa Putin terus bersikap sebagai berandal sampai usia 13.

Hingga akhirnya ia mulai berfokus ke dunia akademis.

Situs Kremlin juga melaporkan, saat duduk di kelas enam, Putin memutuskan bergabung ke organisasi Pelopor Muda.

"Saya mengerti bahwa pintar di jalanan tidak cukup, jadi saya mulai berolahraga. Namun, itu tak cukup untuk menjaga status saya. Saya sadar harus belajar dengan baik," kata Putin. 

Tahun 1970, Putin menempuh pendidikan di Universitas Negeri Leningrad dan mengambil jurusan hukum dan mendapatkan gelar pada 1975.

Mulai akhir 1970-an sampai awal 1980-an, Putin kemudian meneruskan pendidikannya di sekolah KGB Moskow.

Sebagai informasi, KGB merupakan badan intelijen utama di Uni Soviet.

"Sebelum saya tamat SMA, saya ingin bekerja di bidang intelijen. Namun, saya sempat ingin menjadi pelaut, tetapi ingin menjadi intelijen lagi. Namun di awal, saya ingin menjadi pilot," tutur Putin.

Ia juga sempat mengunjungi kantor Direktorat KGB untuk mengetahui cara menjadi pekerja intelijen.

Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina, Indonesia Evakuasi 30 Pekerja Migran

Putin kemudian diberitahu untuk menjalani pekerjaan di militer atau menyelesaikan kuliahnya.

Pasalnya, KGB sendiri lebih menyukai lulusan sarjana hukum.

"Dari momen itu, saya mulai menyiapkan diri untuk masuk jurusan hukum di Universitas Negeri Leningrad," ujar Putin.

Setelah menempuh pendidikan dan bekerja di KGB, Putin pun menjabat sebagai Presiden Federasi Rusia pada 31 Desember 1999.***

Reporter Admin
Editor Desi Kris