RUSIA, AYOJAKARTA.COM - Rusia dikabarkan bakal memberi balasan kepada Jepang soal sanksi invansi yang diberikan kepada Ukraina.
Seperti diketahui, Jepang telah memberlakukan sanski terhadap Moskow terkait invansi Rusia ke Ukraina.
Dikutip AyoJakarta.com dari suarabatam.id, Jepang diketahui bergabung dengan negara-negara Barat dalam menekan Rusia melalui paket sanksi --yang belum pernah dikeluarkan sebelumnya--.
Hal itu berjalan empat bulan sejak Rusia meluncurkan perang terhadap Ukraina.
Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina, Indonesia Evakuasi 30 Pekerja Migran
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Senin mengumumkan langkah-langkah baru yang diambil Tokyo terhadap Moskow.
Di antara langkah baru itu adalah memberlakukan larangan impor emas Rusia, lebih lanjut membekukan aset, serta melarang ekspor ke individu dan perusahaan-perusahaan Rusia.
Duta besar Rusia untuk Jepang mengecam langkah itu dan menyalahkan Tokyo, yang dianggapnya menghancurkan hubungan antara kedua negara.
Baca Juga: Squid Game Jiplak Film Jepang As The Gods Will?
Sanksi-sanksi "berpandangan sempit dan merugikan Jepang sendiri, terutama bagi kalangan bisnis," kata Dubes Rusia Mikhail Galuzin melalui pernyataan yang dimuat di laman Facebook kedutaan Rusia.
"Tentunya, peningkatan kebijakan bermusuhan seperti itu terhadap Rusia akan menjadi pertimbangan kami dalam hal pendekatan kami pada masa depan terhadap Jepang dan tidak akan dibiarkan begitu saja," katanya, menambahkan.
Rusia sudah melancarkan pembalasan terhadap serentetan sanksi yang dikenakan Barat, termasuk dengan menerapkan larangan masuk bagi jurnalis, politisi, dan tokoh bisnis dari Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada.***

Share this article
Buntut sanksi invansi ke Ukraina, Rusia mengakui pihaknya akan memberi balasan kepada Jepang yang juga bekerja sama dengan negara barat.