AYOJAKARTA.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini melontarkan pernyataan bahwa militer AS telah menghancurkan fasilitas pengayaan nuklir Iran di tiga lokasi utama yaitu Fordow, Natanz, dan Esfahan.
Trump menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan keberhasilan spektakuler dan semua pesawat yang terlibat telah kembali dengan selamat dari wilayah udara Iran.
Trump mengancam Iran agar segera memilih perdamaian, jika tidak, AS akan melancarkan serangan lebih banyak dan lebih besar lagi.
Baca Juga: Senin Besok! Bantuan Rp400.000 dan Beras 20 Kg Siap Dimulai, Jatim Pertama, Kapan Wilayah Lain?
“Iran harus memilih perdamaian, jika tidak, serangan selanjutnya akan jauh lebih besar,” ancam Donald Trump yang dikutip dari Kompas TV pada Minggu 22 Juni 2025
Ia memberikan ancaman bahwa jika Iran tidak memilih perdamaian dan menghentikan aktivitas yang dianggap mengancam keamanan, AS akan melanjutkan serangan dengan target-target lain yang akan dilumpuhkan secara cepat, presisi, dan efektif.
Dalam pernyataan tersebut yang penuh emosi, Trump juga menyatakan bahwa Iran telah Membunuh rakyatnya.
“Mereka (Iran) telah membunuh rakyat kami dengan cara yang brutal, meledakkan tangan dan kaki mereka menggunakan bom pinggir jalan—taktik yang menjadi keahlian mereka. Kami sudah kehilangan lebih dari seribu jiwa sementara ratusan ribu lainnya kini menderita akibat konflik yang melanda seluruh kawasan Timur Tengah.”
Serangan yang dilakukan oleh AS terhadap tiga situs nuklir di Iran tersebut merupakan respons atas ancaman dari kekerasan yang telah dilakukan Iran selama puluhan tahun.
Baca Juga: Cius Sejutaan? Infinix Smart 10 Lebih Canggih tapi Lebih Murah dari Pendahulunya
Pejabat tinggi militer AS dan Menteri Pertahanan akan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan operasi militer ini lebih lanjut.
Selain itu, Trump sempat berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menyambut baik serangan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah bersejarah menuju perdamaian.
Singkatnya, Trump mengatakan bahwa serangan bom di tiga situs nuklir Iran ditujukan untuk menghentikan program senjata nuklirnya (Iran) yang dianggap berbahaya dan dianggap mengancam keamanan regional serta global.
Negara Adikuasa tersebut juga memperingatkan bahwa segala bentuk balasan dari Iran akan direspons dengan kekuatan yang jauh lebih besar oleh militer AS. ***