AYOJAKARTA.COM - Ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas menggoyang pasar global.
Imbasnya pasar saham Amerika ikut terguncang, terutama sektor teknologi tujuh perusahaan raksasa AS mulai terdampak.
Tujuh perusahaan raksasa AS yang dikenal sebagai Magnificent Seven seperti Apple, Microsoft, Alphabet (Google), Amazon, Nvidia, Meta, dan Tesla mengalami penurunan nilai saham secara bersamaan dalam waktu yang sangat singkat.
Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini meningkatkan tarif impor terhadap sejumlah produk asal China.
Langkah ini langsung dibalas oleh Beijing dengan tarif serupa terhadap komoditas AS yang memperkeruh hubungan dagang kedua negara tersebut.
Kondisi ini memicu ketidakpastian di pasar global khususnya di sektor teknologi yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan indeks ekonomi dan saham dunia.
Investor mulai menarik modal mereka dari saham-saham teknologi karena khawatir akan dampak perang dagang As dan China.
Baca Juga: Menag Sebut Tokoh Agama Harus Beri Teladan Pelestarian Alam dengan Gerakan Tanam Sejuta Pohon
Keresahan akan silitnya keadaan dari gangguan rantai pasokan global dapat meningkatnya biaya produksi.
Tidak itu saja potensi permintaan akibat harga barang yang makin mahal di pasar internasional juga akan menurun.
Selain itu perang dagang membuat pasar keuangan AS juga dikejutkan oleh pernyataan mantan Presiden Donald Trump.
Ia secara terbuka mengkritik Ketua Federal Reserve, Jerome Powell dengan sebutan Mr. Too Late karena dianggap terlambat menurunkan suku bunga.
Trump juga mengancam akan mencabut Powell jika kembali terpilih.
Keadaan ini memunculkan kekhawatiran akan independensi The Fed ke depan.
Kondisi tersebut menambah beban psikologis di pasar Investasi, ketidakstabilan kebijakan moneter bisa memperburuk situasi ekonomi dan memicu capital outflow dan semakin menekan nilai saham di sektor teknologi.
Akibat faktor besar ini perang dagang dan isu independensi The Fed membuat indeks saham utama AS kompak melemah.
Seperti S&P 500 turun 2,36 persen, Nasdaq Composite anjlok 2,55 persen, sementara Dow Jones Industrial Average merosot 2,48 persen.
Saham Tesla dan Nvidia menjadi dua emiten yang paling terdampak yang mencatat penurunan harga signifikan.
Analis pasar memperingatkan bahwa ketidakpastian ini bisa terus berlanjut karena perang dagang yang tak kunjung reda .
Ketegangan di level kebijakan moneter AS berpotensi memperlemah pasar saham khususnya di sektor teknologi yang sudah mendunia.
Investor disarankan untuk lebih waspada dan mulai melakukan diversifikasi portofolio mereka.
Masyarakat disarankan saatnya memilih instrumen investasi yang lebih stabil seperti emas atau obligasi pemerintah karena bisa menjadi strategi bertahan di tengah volatilitas yang tinggi.