Internasional

Trump Umumkan Tarif Dagang yang Hantam Ekonomi ASEAN, Siapa Paling Rugi?

Oleh: Asti Aureli Septania Jumat 04 Apr 2025, 05:51 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengumumkan kebijakan tarif baru yang memicu ketegangan dalam perdagangan internasional.

AYOJAKARTA.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengumumkan kebijakan tarif baru yang memicu ketegangan dalam perdagangan internasional.

Kebijakan tarif ini merupakan langkah Trump untuk mengatasi defisit perdagangan AS dengan negara-negara yang dianggap memiliki surplus perdagangan tinggi.

Tarif ini juga menjadi bagian dari strategi Trump untuk menekan negara-negara yang dianggap tidak adil dalam praktik perdagangan mereka.

Dengan adanya tarif baru ini, banyak pihak khawatir akan dampak negatifnya terhadap perekonomian terutama di negara Asean termasuk Indonesia.

Baca Juga: Dikecam! Usulan Trump akan Ambil Alih Jalur Gaza dan Relokasi Warga Palestina, MPR RI: Bikin Repot Dunia

Dalam kebijakan ini, Indonesia dikenakan tarif sebesar 32%, yang lebih tinggi dibandingkan dengan Malaysia (24%) dan Filipina (17%), tetapi lebih rendah dari Thailand (36%) dan Vietnam (46%) serta Kamboja yang menerima tarif tertinggi sebesar 49%.

Sebagaimana dilansir dari YouTube METRO TV, berikut adalah urutan negara-negara ASEAN yang terkena imbas tarif dagang yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump, beserta besaran tarifnya:

Kamboja: 49%
Laos: 48%
Vietnam: 46%
Myanmar: 44%
Thailand: 36%
Indonesia: 32%
Brunei Darussalam: 24%
Malaysia: 24%
Filipina: 17%
Singapura: 10%

Baca Juga: Huru-hara CEO Apple soal Distribusi iPhone 16 di Indonesia, Terima Penolakan Kemenperin Berkali-kali hingga Curhat ke Donald Trump soal Investasi

Bursa Asia pun merespons dengan penurunan tajam setelah pengumuman ini, menciptakan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi regional.

Para ekonom memperingatkan bahwa tarif tinggi ini dapat memicu PHK massal di sektor-sektor yang bergantung pada ekspor ke AS dan menambah tekanan pada nilai tukar rupiah yang sudah melemah.

Dengan situasi ini, nasib ekonomi Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya berada di ujung tanduk, menunggu langkah-langkah strategis untuk menghadapi tantangan baru dalam perdagangan global.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Tedi Rukmana