AYOJAKARTA.COM – Gempa Turki dengan kekuatan skala M 7,8 sudah menelan korban lebih dari 12 ribu orang tewas. Ada 2 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut menjadi korban meninggal.
Keterangan tentang ada 2 WNI yang ikut meninggal disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Turki, Lalu M. Iqbal, dalam keterangan tertulis. Selain korban meninggal, ada 10 orang WNI yang luka-luka.
“Sudah ada dua WNI meninggal dunia dan 10 luka-luka,” ujar Lalu M Iqbal seperti dilansir suara.com dalam berita Fakta-fakta Terbaru Gempa Turki-Suriah: Korban Tewas 12.000, Termasuk 2 WNI.
Dua WNI yang meninggal akibat Gempa Turki berada di wilayah Kahraman Maras adalah seorang ibu dan satu orang anak usia 1 tahun.
Baca Juga: Rahasia Pintu Rezeki Dalam Al Quran: Menurut Quraish Shihab Inilah Kuncinya
“Karena aturannya kan anak di bawah 18 tahun otomatis boleh pegang paspor Indonesia. Jadi hitungannya 2 WNI yang meninggal dunia,” kata Duta Besar RI untuk Turki itu dalam keterangannya.
Dua korban WNI yang meninggal itu atas nama Nia Marlinda asal Bali dengan anak usia 1 tahun serta suami warga negara Turki. Korban ditemukan meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan.
Menurut Lalu Iqbal, tim evakuasi telah melakukan pemulasaraan terhadap jenazah Nia Marlinda. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki pun sudah berkomunikasi dengan keluarga korban.
“Kolonel Amir, Atase Pertahanan RI KBRI Ankara, yang memimpin tim evakuasi ke Kahramanmaras telah memastikan pemulasaraan almarhumah dan KBRI telah mengkomunikasikan hal tersebut kepada keluarga almarhumah,” kata Duta Besar RI untuk Turki.
Jenazah Nia Marlinda akan dikebumikan pada hari ini. Nia akan dikebumikan di Kota Kahramanmaras, Turki.
“Almarhumah dan keluarga akan dimakamkan hari ini di Kahramanmaras,” ungkap Lalu Iqbal.
123 Orang Dievakuasi
Sementara itu, tim KBRI yang dipimpin Duta Besar RI, juga sudah mengevakuasi 123 WNI korban Gempa Turki .
Tim KBRI Ankara tiba di daerah gempa pada 7 Februari 2023 pukul 21.30 waktu setempat. Kondisi cuaca badai salju dengan suhu 4-7 derajat Celsius.
“Alhamdulillah, sesuai perintah Presiden melalui Menlu RI, team KBRI sudah tiba di lokasi gempa untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan dan mengevakuasi WNI yang terdampak ke Ankara. Saya sudah minta WNI yang dievakuasi untuk mengabari keluarga di Indonesia agar mereka tenang,” ujar Lalu M. Iqbal.
Tim KBRI tersebut berasal dari Tim Konsuler Perlindungan WNI, Tim Atase Pertahanan, dan Perbinlu (pejabat BIN). Menurut Lalu M. Iqbal, timnyasudah melakukan evakuasi dari 4 titik paling terdampak gempa.
Baca Juga: Update Terbaru Gempa Turki-Suriah 7,8 Magnitudo, BMKG: 11 Ribu Orang dinyatakan Tewas
Baca Juga: Vonis untuk Ferdy Sambo: Hukuman Mati, Seumur Hidup, Atau….
“Jumlah yang dievakuasi sebanyak 123 orang dari target semula 104 orang. Termasuk di dalamnya 2 WN Malaysia dan 1 WN Myanmar,” katanya.
Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Turki dan Suriah mencapai 12.000 orang setelah otoritas Turki dan Suriah memperbarui data korban gempa bermagnitudo 7,8 itu.
Menurut laporan laman harian Inggris, The Guardian, yang dipantau pada Kamis dini hari, dari jumlah itu sekitar 2.992 orang ada di Suriah, sedangkan hampir 9.100 lainnya berada di Turki.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sendiri mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal dunia di negaranya sampai detik ini adalah 9.057 jiwa.