Jakarta Barat

Selama Pandemi, 102 Pesawat Tak Beroperasi di Soetta

Oleh: Admin Kamis 16 Jul 2020, 20:29 WIB
Pesawat Garuda Indonesia dan beberapa maskapai lainnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Republika TV/Wisnu Aji Prasetiyo

CENGKARENG, AYOJKAKARTA.COM - Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, setidaknya ada 102 pesawat yang di-grounded atau tidak dioperasikan selama pandemi berlangsung. Baebagai macam alasan terjadi hingga para burung besi tersebut tak mengudara.

“Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saja, ada 102 pesawat yang di-grounded (tidak dioperasikan),” kata Awaluddin dalam diskusi daring yang bertajuk “Bisnis Bandara Mulai Take Off” di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Awaluddin menuturkan, berbagai alasan kenapa pesawat tak terbang seperti adanya kemerosotan permintaan, perlu perawatan (maintenance) pesawat, serta persoalan dengan mitra masing-masing maskapai.

“Maskapai belum menerbangkan dengan segala latar belakang, demand (permintaan) belum (meningkat), perlu maintenance, ada persoalan mitranya,” katanya.

Ia menilai apabila pesawat-pesawat tersebut kembali dioperasikan seiring dengan normal baru atau menurunnya kurva Covid-19, bukan hanya pergerakan penumpang yang bergerak naik, melainkan juga kargo mengingat pengangkutan kargo mengikuti pesawat penumpang, yakni diangkut di perut pesawat (aircraft belly).

AYO BACA : Bandara Soetta Membludak, PSBB Daerah Sia-sia

“Kalau itu bisa bergerak cepat, kargo tadi juga ikut. sebagian besar kargo menumpang di armada pesawat penumpang. Di Indonesia belum banyak freighter kargo di udara,” katanya.

Berbeda halnya dengan transportasi laut, menurut dia, yang lebih banyak bergerak di pengangkutan barang dibanding penumpang.

“Sekarang masih sangat tinggi ketergantungan trafik manusia. Laut itu trafiknya kargo. Angkutan udara orang yang lebih memilih karena nyaman, cepat, mobilisasi begitu besar,” katanya.

Berdasarkan data AP II, pada 7 Mei – 7 Juni 2020 volume angkutan kargo di 19 bandara perseroan diperkirakan sekitar 34 juta kilogram, di mana khusus Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 27 juta kilogram.

AP II saat ini memiliki dua perusahaan afiliasi yang bergerak di bisnis kargo: PT Angkasa Pura Kargo (kepemilikan saham 99,99 persen) dan PT Gapura Angkasa (kepemilikan mayoritas 46,26%).

AYO BACA : Menyesuaikan Pola Penerbangan saat Pandemi, Bandara Soetta Hanya Operasikan 3 Terminal

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati