Jakarta Barat

Cegah 'Super Flu', Sudinkes Jakarta Barat Minta Masyarakat Terapkan PHBS!

Oleh: Jinan Vania Barizky Senin 05 Jan 2026, 14:39 WIB
Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). (Sumber: beritajakarta.id | Foto: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Penularan penyakit infuenza A (H3N2) subclade K atau saat ini dikenal dengan super flu masih menjadi sorotan masyarakat dunia.

Diketahui penyakit yang dikenal dengan super flu ini sudah masuk ke Indonesia sejak akhir Desember 2025.

Namun, untuk wilayah DKI Jakarta sendiri belum ada kasus super flu yang ditemukan.

Baca Juga: Penyakit 'Super Flu' Ramai Jadi Sorotan, Rano Karno Imbau Masyarakat DKI Jakarta Waspada!

Mengantisipasi penyebaran super flu ini, Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kepala Sudinkes Jakarta Barat, Sahruna mengatakan, secara umum gejala influenza tipe A (H3N2) serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, malaise, sakit kepala, pilek, dan nyeri otot.

"Berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap situasi dan data epidemiologi terkini, virus influenza tipe A (H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan," ujarnya, Senin (5/1).

Sebagai informasi, Sudinkes Jakarta Barat melalui program surveilans serta ILI-SARI terus memantau fluktuasi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, dan ILI (Influenza Like Illness atau penyakit serupa influenza) di wilayah Jakarta Barat.

"Berdasarkan pemantauan tersebut, tren kasus belum menunjukkan adanya peningkatan," terangnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan langkah antisipasi penularan dengan memperkuat upaya promotif dan preventif.

Baca Juga: SNBP Tahun 2026: Cara Registrasi Akun dan Pengisian PDSS bagi Pihak Sekolah, Ada Syarat Baru!

"Upaya itu antara lain dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk yang benar," ungkapnya.

Sahruna juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga asupan nutrisi seimbang, mengonsumsi air putih minimal dua liter per hari, beristirahat cukup, dan berolahraga secara teratur.

Kemufian, apabila mengalami gejala superflu yang tidak membaik, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Masyarakat juga perlu mewaspadai tanda-tanda superflu yang berkembang menjadi pneumonia atau pneumonia berat, seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, serta penurunan saturasi oksigen di bawah 92 persen," bebernya.

Sudinkes Jakarta Barat terus melakukan promosi dan edukasi kesehatan, termasuk peningkatan kebugaran melalui penerapan PHBS, program cek kesehatan gratis, serta penyuluhan di lingkungan masyarakat guna meningkatkan daya tahan tubuh warga.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky