AYOJAKARTA.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa virus yang kerap disebut sebagai super flu sudah terdeteksi di Indonesia.
Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan.
Dalam hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa virus tersebut tidak mematikan seperti Covid-19.
Super flu sendiri merupakan julukan untuk virus influenza A (H3N2) subclade K.
Baca Juga: Dalam Proses Perceraian, Ridwan Kamil–Atalia Praratya Masih Kerap Kirim Pesan WA, Ini yang Dibahas
Kemenkes telah melaporkan bahwa kasus ini sudah terdeteksi kepada 62 orang di Indonesia.
Berdasarkan pemeriksaan di laboratorium kesehatan masyarakat serta laboratorium rujukan berstandar biosafety level 3 (BSL-3) 62 kasus tersebut tersebar di delapan provinsi.
Kasus paling ditemukan ditemukan di tiga wilayah yaitu, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.
Budi mengatakan bahwa super flu ini serupa dengan infeksi flu pada umumnya.
Baca Juga: UMP Jakarta 2026 Masih jadi Perdebatan, Buruh Berencana Adakan Dialog dengan Wagub Rano Karno
"Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak." tegasnya.
Ia pun mengatakan bahwa risiko terinfeksi virus ini bisa terjadi berulang kali, layaknya influenza biasa.
Budi menyebut bahwa kasus ini menunjukkan tren peningkatan pada setiap musim dingin.
Namun untuk di wilayah iklim tropis seperti Indonesia, lonjakan kasus super flu ini tercatat tidak terlalu signifikan.
Baca Juga: 600 Huntara Aceh Tamiang Siap Diserahkan, Warga Segera Tempati Hunian Layak
Kendati demikian, Budi menyarankan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan dan memperkuat imunitas.
Mulai dari makanan sehat, olah raga hingga vaksin influenza.
Masyarakat pun perlu melakukan pemeriksaan jika mulai mengalami demam, batuk, pilek, atau sesak napas.***
Share this article
Menkes memastikan bahwa virus super flu ini tidak mematikan layaknya virus Covid 19.