AYOJAKARTA.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengajak kalangan perguruan tinggi untuk terus memperluas kontribusinya dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tapi juga lewat aksi nyata di bidang kesehatan lingkungan dan pemberdayaan warga.
Ajakan tersebut disampaikan Rano saat menghadiri Deklarasi Komitmen Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) atau Open Defecation Free (ODF) di Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (29/6).
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan.

"Alhamdulillah, Universitas Trisakti mengambil inisiatif pertama dan tentu saja kita sambut. Kita kerja sama dengan universitas bukan hanya bicara tentang MCK, tapi bagaimana meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat setempat," ujar Rano.
Rano mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif warga yang mendapat dukungan dari sejumlah stakeholder seperti Universitas Trisakti, JNE, PAL Jaya, dan BAZNAS Bazis DKI Jakarta.
Wujud dari kolaborasi ini yaitu menyelesaikan pembangunan dan revitalisasi tujuh unit MCK komunal di wilayah Kelurahan Tomang.
Diketahui, dari 297 kelurahan di Jakarta sebanyak 194 di antaranya atau sekitar 72,6 persen telah mendeklarasikan komitmen ODF.

Rano mengatakan, bahwa BABS saat ini memang masih menjadi kendala di Jakarta.
Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk mengentaskan persoalan tersebut.
Jajarannya, kata Rano, saat ini juga terus berupaya mengentaskan persoalan RW Kumuh di DKI Jakarta.
Dari berbagai upaya yang dilakukan berdasarkan data BPS, RW kumuh di Jakarta yang sebelumnya mencapai 468 menjadi 211 pada 2026 ini.***