AYOJAKARTA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Suku Dinas Kesehatan Jakarta mengajak para anak untuk mengenal PHBS.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, menurut Suku Dinas Kesehatan Jakarta bukan hanya berfokus pada faktor fisik tetapi juga psikis atau mental.
Salah satu bentuk PHBS yang saat ini menjadi ancaman global, menurut Dinkes Jakarta adalah penggunaan gawai atau gadget secara berlebihan.
Sebagaimana halnya daerah lain di Indonesia, usia anak di Jakarta merupakan salah satu kelompok pengguna gadget aktif sehingga perlu dilakukan pengenalan dampak.
Penggunaan gadget bagi anak, baik game online ataupun kebiasaan scrolling dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada cara berpikir anak.
Selain itu, kebiasaan bermain game juga berdampak pada berkurangnya intensitas pergerakan fisik pada pengguna.
Menurut Herwin Meifendy selaku Kasudinkes Jakarta Timur, penggunaan gadget dalam jangka waktu lama juga akan membuat daya tahan terhadap tekanan seseorang menurun.
Baca Juga: Review Oppo Reno 14 5G: Performa Gahar, Baterai 6000 mAh, tapi Ada Kekurangan Ini
Karena itu, kelompok usia anak menurut Herwin perlu mendapat asupan emosional lain yang lebih positif dari dalam keluarga.
Disamping memberikan asupan makan yang bergizi, orang tua juga perlu membiasakan mengisi waktu senggang dengan bercerita atau bercengkrama.
Menjadi salah satu pemicu kesehatan fisik, Herwin juga menyarankan agar orang tua mulai membiasakan diri mengajak anak untuk bergerak.
Melalui upaya sederhana namun rutin dan berkelanjutan, Herwin optimis cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 akan menjadi kenyataan.
Baca Juga: Warga Jakarta Wajib Tahu! Ini 5 Langkah Penting yang Harus Dilakukan Ketika Terjadi Kebakaran
Lebih lanjut, Kasudinkes berharap acara mengenai bahaya penggunaan gadget pada anak tidak sekedar menjadi sebuah seremoni tahunan.
“Hak anak itu harus dipenuhi, kemudian orang tua harus terus memantau agar tumbuh kembang anak optimal,” jelas Kasudinkes dikutip Ayojakarta dari beritajakarta.
Penjelasan terkait bahaya gadget bagi anak, selain disampaikan Kasudinkes Jakarta juga sempat disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak, Ajeng Indriastari.
Menurut Dokter Ajeng, seluruh jenis gadget seperti Televisi, Tablet, Smartphone atau Video Game dan sejenisnya merupakan bagian dari kehidupan di era digital.
Baca Juga: Situs Web PIP Error Data Tidak Ditemukan? Jangan Panik! Ini 2 Solusi Jitu Cek Status PIP Kamu
Akibatnya, metode Electronical Parenting atau membiasakan diri memberikan gawai agar anak bersedia bekerjasama menjadi cara paling sering dilakukan.
Meski terkesan efektif, namun menurut riset yang dilakukan oleh para Ahli Neurosains di Jepang justru menunjukkan dapat mengurangi kecerdasan dan potensi kecanduan.
Selain mempengaruhi kualitas kerja otak, penggunaan gadget secara berkepanjangan juga dapat membuat kesehatan mata terancam.
Radiasi yang ditimbulkan dari perangkat elektronik tersebut, menurut Dokter Ajeng perlu diimbangi dengan mengeksplorasi alam melalui aktivitas fisik. ***
Baca Juga: Infinix Hot 60 Pro: HP Tipis 6,6 mm dengan Kecerahan Layar 4500 Nits, Cocok Buat Gaming?