KRAMAT JATI, AYOJAKARTA.COM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Andono Warih, mengajak warga Ibukota berpartisipasi aktif dalam pengangkutan sampah terpilah dan terjadwal, untuk mempermudah proses daur ulang sampah.
Dirinya pun berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengembangkan program Jakarta Recycle Center (JRC).
Lebih lanjut, Andono mengatakan program JRC ini diadaptasi dari kota Osaki, Jepang yang merupakan salah satu wujud implementasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta No 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga (RW) di mana pemilahan sampah dilakukan oleh setiap rumah tangga.
AYO BACA : Harian Covid-19 Nasional Bertambah 4.411, Kasus Aktif Lebih dari 63 Ribu (Update 15 Oktober 2020)
Andono mengungkapkan, sampai saat ini program JRC telah melibatkan sekitar 1.335 rumah tangga di lokasi komplek Bukit Mas, Ozone, dan Taman Alfa Indah di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Setiap warga mendapatkan edukasi untuk melakukan pemilihan berdasarkan delapan kategori yaitu sisa makanan, plastik, kertas, botol PET dan cup, logam, kaca, B3, dan residu.
“Petugas mengangkut sampah terpilah tersebut secara rutin sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” kata Andono dilansir beritajakarta.id, Kamis (15/10/2020).
AYO BACA : Bus JR Connexion Sediakan Bagasi Gratis untuk Sepeda Lipat
Kendati demikian, dalam pelaksanaannya, kata Andono, partisipasi pemilahan sampah oleh warga mengalami ketidakpastian keaktifan.
Untuk itu, dibutuhkan pendampingan intensif serta penyediaan sarana prasarana yang menunjang dalam pemilahan sampah.
Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta melihat adanya peluang kolaborasi antara lembaga pemerintah dan badan usaha swasta untuk membantu melakukan pendampingan pemilahan sampah kepada warga dari aspek sosial hingga aspek teknis.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) Dinas Lingkungan Hidup, Asep Kuswanto menambahkan, program JRC merupakan inisiatif dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mengurangi sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang melalui pemilahan dan daur ulang sampah.
"Target kami, program ini dapat diimplementasikan oleh seluruh warga Kecamatan Pesanggrahan pada tahun 2023 dan dapat direplikasi ke wilayah lain di Ibu Kota," kata Asep.
AYO BACA : JAKARTA PSBB TRANSISI: Daftar Museum yang Kembali Dibuka dan Syarat Berkunjung