Jakarta Pusat

Anies Baswedan Tak Ingin Siswa Kena DO Karena Ikut Demo

Oleh: Admin Kamis 15 Okt 2020, 09:12 WIB
Siswa memeluk orang tuanya usai dibebaskan karena ditahan polisi pascaterlibat kerusuhan saat demo / Republika

MENTENG, AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak ingin siswa yang ikut demo menolak UU Cipta Kerja terancam dikeluarkan dari sekolahnya alias di-drop out (DO). Ia meminta hukuman yang diberikan kepada siswa tidak mengancam masa depannya.

Menurut Anies, pelajar yang bermasalah seharusnya mendapatkan pendidikan yang lebih banyak. Cara memberikan hukuman mengeluarkan sekolah bukan cara yang tepat untuk anak tersebut bisa belajar.

AYO BACA : Pencairan BLT (BSU) Tahap 5 Capai 69,03 Persen. Penerima di Rekening BCA, Pahami Ketentuan Ini!

"Saya selalu sampaikan sudah tidak zaman lagi kalau anak yang bermasalah malah dikeluarkan dari sekolah," ujar Anies di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2020) malam.

Polda Metro Jaya juga berencana membuat surat pernyataan kepada para orang tua dan sekolah bagi pelajarnya yang tertangkap saat kerusuhan. Tujuannya agar mereka mengetahui dan bisa mengawasi anak tersebut.

AYO BACA : Demo Tolak UU Ciptaker: Polisi Amankan 1.192 Orang, 10 Demonstran Positif Covid-19

Anies sendiri tidak mempermasalahkan rencana Polda tersebut. Namun menurutnya sekolah dan orang tua harus meresponnya dengan memberikan pendidikan yang baik.

"Ini prinsip pendidikan, kalau ada anak yang memerlukan pendidikan lebih jauh justru harus diberikan lebih banyak bukan justru malah dikurangi," jelasnya.

Ia membandingkan dengan orang dewasa yang jika sudah berbuat salah harus dihukum. Cara keras itu disebutnya bukan membina anak-anak dan justru malah membuat mereka semakin tidak terdidik.

"Kalau bermasalah justru harus dapat banyak perhatian dari sekolah. Kalau dia dikeluarkan maka tidak ada yang membina," pungkasnya.

AYO BACA : Aksi Demo 1310 Hasilkan 17,5 Ton Sampah, Sebagian Besar Sampah Plastik

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati