Jakarta Pusat

Wali Kota Jakpus Klaim Kasus Positif Covid-19 di Wilayahnya Menurun

Oleh: Admin Kamis 01 Okt 2020, 11:33 WIB
ilustrasi wabah virus corona/ shutterstock

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat tidak hanya dilakukan di seluruh wilayah di DKI Jakarta, melainkan juga dijalankan secara ketat di setiap wilayah administratifnya, salah satunya Jakarta Pusat.

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, menyebut bahwa PSBB yang dilakukan di Jakarta Pusat telah menurunkan Incidence Rate (IR) atau kasus baru Covid-19 di wilayahnya. Menurutnya dari hasil evaluasi penerapan PSBB di wilayah Jakarta Pusat setiap minggu, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat merangkum beberapa point penurunan kasus baru.

AYO BACA : Pendataan KJP Plus Tahap 2 Tahun 2020: Hari Ini Pengumuman Data Calon Penerima, Simak Rangkaian Mekanismenya!

"Diawal PSBB kembali Incidence Rate (IR) di Jakarta Pusat di angka 1,14 kemudian menurun di angka 1,1. Terakhir 1,09 di minggu lalu. Mudah-mudahan angka ini terus menurun, setiap minggu kita terus adakan evaluasi untuk mengetahui situasi dan perkembangan PSBB," ungkapnya dilansir dari pusat.jakarta.go.id, Rabu (1/10/2020).

Bayu mengatakan, telah menerapkan one gate sistem di seluruh wilayah untuk membatasi penyebaran Covid-19. Meski demikian, masih ada wilayah Jakpus yang mendapat kasus terinfeksi. Namun, hal itu terkait dengan gencarnya swab massal yang dilakukan Pemkot Administrasi Jakarta Pusat.

AYO BACA : Januari-Maret 2020, Ada 397 Kasus Positif HIV/AIDS di Jakarta Timur, Didominasi dari Kramat Jati

"Jadi ada dua RW yang masih terdapat kasus infected (terjangkit), tapi itu dari perkembangan tracing (pelacakan) yang kita lakukan melalui swab massal," pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta juga mengatakan hal serupa. Dinkes menuturkan bahwa melaporkan berdasarkan data yang mereka miliki, kasus positif Covid-19 pada salah satu klaster yang paling banyak ditemukan di DKI, yaitu klaster perkantoran mengalami penurunan.

Menurut Dinkes, kasus penurunan penularan pada klaster perkantoran turun sejak satu minggu terakhir. Berdasarkan data Dinkes DKI Jakarta, proporsi kasus positif Covid-19 pada klaster perkantoran periode 4 Juni sampai 27 September 2020 sebesar 7,2% yaitu, 4.617 kasus dengan jumlah 419 klaster.

Kemudian proporsi kasus positif di perkantoran periode 21-27 September 2020 sebesar 4,1% yakni, 379 kasus dengan jumlah 51 klaster. Adapun rasio tracing pada perkantoran 1:6. Artinya, satu kasus positif rata-rata diperiksa PCR enam orang kontak erat.

"Biasanya proporsi 7,2% perkantoran ditemukan dari PSBB transisi 4 Juni, satu minggu terakhir proporsi perkantoran hanya 4,5%," ungkap Ngabila Salama, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dilansir dari beritajakarta.id, Rabu (30/9/2020).

AYO BACA : 24 Warga Warakas Terjaring Razia Masker, 4 Orang Pilih Bayar Denda Rp100 Ribu

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati