JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Ramadan dan jelang Lebaran, Pemprov DKI Jakarta sudah merazia 1.542 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau pengemis. Mereka yang sudah diamankan diketahui bukan warga DKI Jakarta, melainkan pendatang yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa yakni Jateng, Jabar, dan Jatim.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta, Arifin mengatakan, dalam pengamanan, para PMKS tersebut ikut diperiksa kesehatannya. Mereka dicek untuk memastikan terbebas dari Covid-19 sebelum mereka dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.
"Jumlahnya sangat terukur dan kami catat semuanya. Hingga Minggu itu jumlahnya sudah 1.542. Kami lakukan penjangkauan lalu ditampung di GOR dan dilakukan pemeriksaan oleh Dinkes," kata saat dihubungi di Jakarta, Senin (18/5/2020).
PMKS yang terjaring tersebut, kata Arifin, mayoritas merupakan warga dari luar ibu kota seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka tertangkap ketika mendekati jam berbuka puasa.
Kemudian, PMKS tersebut dibawa ke Gedung Olahraga (GOR) terdekat dari tempat mereka diamankan untuk ditampung dan diperiksa Covid-19 sebelum dipulangkan ke daerahnya.
AYO BACA : 15 Orang PMKS Dijaring Sudin Sosial Jakpus Sepanjang Januari
"Dibawa ke GOR terdekat. Masing-masing wilayah sudah ada GOR. Seperti Jakarta Pusat di GOR Tanah Abang, Jakarta Utara di Gor Sunter, Jakarta Barat di GOR Cengkareng, Jakarta Selatan di GOR Pasar Minggu, Jakarta Timur di GOR Ciracas," ujar Arifin.
PMKS tersebut terjaring saat waktu berbuka dan ada beberapa ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan berkerumun saat pembagian makanan berbuka puasa dari para donatur. Karena itu, Arifin mengimbau kepada seluruh donatur yang ingin memberikan bantuan berupa makanan ataupun uang sebaiknya dipercayakan kepada Pemprov DKI dan lembaga terpercaya lainnya.
Tujuannya untuk mencegah terjadinya kerumunan di jalanan merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
"Kami imbau patuhi PSBB. Jangan ke luar kalau enggakpenting. Jangan bagikan sesuatu di jalanan yang timbulkan kerumunan. Kalau ada bantuan yang dimiliki, lebih baik berikan kepada lembaga saja," katanya.
Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp: 081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.
Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.
AYO BACA : Selama Tahun 2019, Sudinsos Jaksel Jaring 932 PMKS