Jakarta Pusat

DPRD Penasaran Satpol PP Kok Bisa Membobol Sistem di Bank DKI

Oleh: Admin Senin 25 Nov 2019, 15:58 WIB
Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana. (Ayojakarta.com-Aprilia Rahapit)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- DPRD DKI Jakarta segera memanggil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi untuk diminta penjelasan terkait dugaan pembobolan ATM dengan kartu Bank DKI.

"Jadi kita harus tanyakan lebih lanjut ke Satpol PP (DKI) kenapa bisa terjadi hal seperti ini," ujar anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Saranausai mengunjungi Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (25/11/2019).

Untuk itu dirinya akan berkoordinasi dengan anggota DPRD DKI Komisi C untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut bersama Bank DKI.

"Nanti kita akan tanyakan bagaimana sistem di Bank DKI itu, sampai bisa terjadi pembobolan," kata William.

Sampai saat ini ia masih enggan berspekulasi lebih jauh terkait permasalahan tersebut.

"Karena seluk beluk kasusnya belum tahu jelas. Jadi langkah konkretnya sih sebenarnya kita panggil Satpol PP untuk kejelasannya," kata William.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan awal perkara dugaan pembobolan ATM Bank DKI oleh 12 oknum anggota Satpol PP, namun ternyata jumlah terduga pelaku berkembang menjadi 41 orang.

"Hasil pemeriksaan awal ternyata berkembang menjadi 41 orang yang sudah melakukan tapi sampai sekarang belum ditahan, masih dilakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (22/11/2019) pekan lalu.

Yusri menyebutkan, dari 41 orang yang telah dipanggil, baru 25 orang yang hadir untuk diperiksa penyidik Polda Metro Jaya. Meski tidak merinci jumlahnya secara detail, Yusri mengatakan 41 orang yang diperiksa tersebut tidak seluruhnya adalah anggota Satpol PP.

Dia juga menegaskan hingga saat ini semua pihak yang diperiksa masih berstatus saksi dan belum ada penetapan tersangka.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria