JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Partai Solidaritas Indonesia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertindak tegas melakukan efisiensi rancangan anggaran, terlebih dengan perkiraan APBD 2020 yang terancam defisit hingga Rp 10 triliun.
Pasalnya, proses pengetokan APBD DKI 2020 telah ditetapkan pada 30 November 2019.
''Proses penganggaran DKI Jakarta memasuki posisi yang semakin kritis. Saya harap pak gubernur bisa tegas memotong anggaran. Akan banyak keputusan sulit terkait pemotongan ini karena angka 10 triliun rupiah yang harus dipotong itu sangat besar. Dalam setiap pemotongan anggaran besar pasti ada banyak pertentangan dan kepentingan. Tidak bisa dipungkiri ini adalah ujian besar bagi Gubernur Anies,'' jelas Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad kepada wartawan, Kamis (21/11/2019).
PSI sendiri tidak ingin penyisiran Rancangan APBD 2020 dilakukan secara singkat. Bahkan konsekuensinya molor dan kemungkinan baru rampung pada Januari 2020.
''Untuk eksekutif menyisir 10 triliun rupiah bisa habis berminggu-minggu. Kemudian dokumen kembali lagi ke legislatif di mana PSI berkomitmen akan menyisir lagi secara mendalam, dan itu butuh waktu. Bisa-bisa semua baru selesai di bulan Januari sebelum masuk ke evaluasi Kemendagri,'' kata Idris Ahmad.
Sebelumnya Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan, kemampuan pemerintah provinsi untuk APBD hanya Rp 87 triliun, sementara dalam rapat komisi DPRD diproyeksikan di angka Rp 97 triliun. Dengan begitu, KUA-PPAS 2020 mengalami defisit Rp 10 triliun.
''Jadi masih ada selisih Rp 10 triliun. Bagaimana caranya. Caranya adalah dibahas di badan anggaran, ini bagaimana mengurangi yang 10 itu,'' jelas Saefullah.