Jakarta Pusat

Uji Coba Jalur Sepeda Dimatangkan Sebelum Resmi Digunakan

Oleh: Admin Jumat 18 Okt 2019, 21:02 WIB
Jalur khusus sepeda di Jalan Medan Merdeka Selatan/Ayojakarta.com

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak ingin buru-buru memfungsikan secara resmi jalur sepeda untuk digunakan masyarakat. 

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengungkapkan uji coba melalui segala fase menjadi hal yang terpenting, hal ini juga sebagai tolak ukur agar jalur sepeda tersebut bisa sesuai dengan keinginan masyarakat.

''Ada social engineering dalam persiapan jalur sepeda permanen. Oleh sebab itu yang dimunculkan adalah uji cobanya, bukan peresmian jalurnya, tujuannya adalah agar seluruh elemen masyarakat bisa berikan masukan terhadap jalur sepeda yang akan diresmikan,'' ungkap Syafrin Liputo, di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Pihaknya, kata Syafrin, mengubah cara pendekatan sebelum kebijakan dimunculkan dengan melibatkan masyarakat.

Hal tersebut, menurut dia, juga untuk menjunjung nilai kolaborasi yang didengungkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam membangun Jakarta. Kolaborasi tersebut terwujud dengan pegiat sepeda, dan menjadikan Jakarta Ramah Bersepeda. 

AYO BACA : Pengoperasian Becak Listrik di Jakarta Terganjal Regulasi

''Makanya oleh beliau (Anies), ayo kolaborasi. Ini sebagai wujud kolaborasi sudah dengan pegiat sepeda. Bahkan sebelumnya, sudah undang komunitas sepeda untuk bahas bersama apa yang mereka inginkan,'' ujarnya.

Syafrin menyebut, aspirasi yang disampaikan komunitas sepeda di antaranya adalah membuat jalur yang mencakup seluruh wilayah Jakarta. 

Hingga November mendatang, evaluasi masih dilakukan secara ketat, khususnya terkait dengan marka jalur sepeda agar setelah peresmian tidak dilakukan perbaikan kembali. 

''Tentu setelah ini sambil evaluasi kita penuhi. Dari Jalan Pemuda ke Timur, marka sudah dilengkapi, karena hasil evaluasi sampaikan mana yang dimarka, jadi saat diresmikan, jadi tak perlu lagi tambal sulam karena di awal sudah dilakukan,'' ungkapnya.

Syafrin menambahkan, tak hanya dari sisi social engineering, management building juga telah dipersiapkan dengan menyarankan di sejumlah kantor yang tersedia jalur pesepeda sepanjang 63 kilometer untuk menyediakan kamar mandi bagi pesepeda.

''Penggunaan sepeda sudah sejak lama disarankan pada management building, siapkan shower. Mandi untuk para penggiat sepeda. Banyak kantor sudah siapkan. Dan terakhir bulan lalu, saya sudah bersurat pada management building yang ada di jalur (sepanjang) 63 kilometer yang sudah kita siapkan,'' tandasnya. 

AYO BACA : Berkenalan dengan IBMA, Komunitas Kurir Sepeda di Indonesia

Reporter Admin
Editor Lopi Kasim