Jakarta Pusat

Petugas: Warga Senang, Program Pangan Bersubsidi di Era Anies Ditambah Susu

Oleh: Admin Senin 09 Sep 2019, 14:39 WIB
Senyum warga di sekitar Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat, penerima manfaat Program Pangan Bersubsidi/Ayojakarta.com

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Ada perbedaan yang dirasakan Endang Ekawati dalam menjalankan Program Pangan Bersubsidi di era Gubernur Anies Baswedan jika dibandingkan program yang sama di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Endang adalah penanggung jawab pelaksanaan Program Pangan Bersubsidi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat, yang berlangsung sejak tadi pagi hingga siang (Senin, 9/9/2019). 

Endang mengatakan, program pangan murah di era Anies lebih baik karena menambah komoditas Susu UHT dalam daftar yang dijual kepada para pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP).

"Warga senang banget ada tambahan susu. Dulu kan zaman Pak Ahok cuma lima barang, tapi sekarang ada tambahan susu. warga senang banget anak-anak jadi tambah gizinya lagi," ungkap Endang kepada Ayojakarta, di RPTRA Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat.

Dia jelaskan, susu murah tidak untuk dijual kepada pemegang kartu Lansia dan Pegawai Harian Lepas (PHL). Yang boleh membeli susu hanya mereka yang memiliki Kartu Jakarta Pintar.

Endang berharap program ini dipertahankan berkaca dari antusiasme warga Jakarta yang rela mengantre dari pagi untuk menukarkan kupon dengan enam jenis pangan murah tersebut. 

"Dari pagi bisa sekitar 700 orang, mereka mendapatkan harga murah banget ya, berguna banget bisa selisih 50 persen. Harga daging di pasar-pasar Rp 90 ribu, di sini hanya Rp 35 ribu," tuturnya. 

Pada pukul 12.00 WIB ketika penjualan ditutup, stok susu UHT  yang tersisa tingga 178 dus (isi 24 @200ml) dari total 800 dus yang tadinya tersedia. 

Sementara itu, daging sapi tersisa 200 Kg dari stok 800 Kg. Telur tersisa 150 tray, ikan kembung tersisa 350 ekor, dan beras 5 Kg tersisa sekitar 250 kantong. Menurut Endang, jumlah sisa itu terjadi karena ada warga yang sudah berbelanja di PD Pasar Jaya.

"Mereka biasanya beli enam item, ada juga cuma dua item, alasannya sudah beli di pasar PD Jaya. Ada juga yang uangnya buat beli seragam atau perlengkapan sekolah. Tapi rata-rata mereka beli enam item sih," jelasnya.

Berkaca pada pengalaman tahun lalu, stok pangan murah bisa ludes di saat menjelang perayaan Idul Fitri, Idul Adha dan Natal. 

"Apalagi kalau kita mau Lebaran, itu 900 orang bisa jadi 1000 orang yang belanja. Mereka butuh daging, ayam lebih murah ya," terangnya. 

Program Pangan Bersubsidi pada September 2019 terdiri dari beras seharga Rp 30 ribu per lima kilogram, telur ayam Rp 10 ribu per tray, ikan kembung Rp 13 ribu per kilogram, daging sapi Rp 35 ribu per kilogram, daging ayam Rp 8 ribu per ekor, dan susu Rp 30 ribu per karton dengan isi 24 @200 ml. 

Selain dilaksanakan di Jakarta Pusat (RPRTA Amir Hamzah), kegiatan ini juga dilakukan di RPTRA Jakarta Utara yakni Sunter Jaya, Penjaringan; RPTRA Jakarta Timur yakni Penggilingan, Griya Tipar, Cililitan. Lalu RPTRA Jakarta Barat di Kembangan Utara, Alur Dahlia, Jeruk Manis dan RPTRA Jakarta Selatan yakni Delas, Muawanah dan Manunggal. 

Adapun pada Selasa besok (10/9/2019) di RPTRA Kepulauan Seribu yakni RPTRA Bahari/Kepulauan Harapan, Nyiur Melambai Berseri/Pulau Kelapa, Amiterdam/Pulau Untung Jawa, Tanjung Elang Berseri/Pulau Pramuka, Tidung Ceria/Pulau Tidung, Lancang Putih/Pulau Pari dan Pulau Lancang. 

Mereka yang berhak mendapatkan program ini harus memenuhi syarat membawa kartu bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Pekerja, atau Kartu Lansia Jakarta. 

Juga pemegang kartu Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) atau dulu disebut Pekerja Harian Lepas (PHL) dengan gaji setara Upah Minimum Provinsi (UMP), penghuni rusun Pemda dan berpenghasilan UMP. Penghuni rusun wajib membawa ATM Bank DKI yang telah direverso.

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom