Jakarta Pusat

Gubernur DKI Pramono Anung Hentikan Kerja Sama Koperasi di Blok M, Gratiskan Sewa 2 Bulan

Oleh: Katarina Erlita Rabu 03 Sep 2025, 22:13 WIB
Gubernur DKI Pramono Anung Hentikan Kerja Sama Koperasi di Blok M, Gratiskan Sewa 2 Bulan (Sumber: menpan.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung ke kawasan Blok M, Jakarta Selatan, untuk meninjau polemik kenaikan harga sewa kios yang dikeluhkan pedagang.

Dalam kunjungan pada Rabu, 3 September 2025, Pramono Anung menegaskan langkah cepat dengan menghentikan kerja sama antara koperasi dan pedagang, serta memberikan solusi konkret bagi pelaku usaha kecil di kawasan tersebut.

"Dengan demikian, pertama, saya minta untuk kerja sama yang dilanggar oleh koperasi, kalau mereka tidak memenuhi apa yang menjadi kesepakatan, maka saya minta untuk di-postpone, kerja samanya dihentikan saja," ujar Pramono dilansir dari laman jakarta.go.id.

Baca Juga: Bukan Foto Profil Warna Pink Hijau, Denny Sumargo Punya Cara Tersendiri Untuk Tunjukkan Nasionalisme

Sewa Gratis Dua Bulan di Blok M Hub

Sebagai bentuk perhatian, Gubernur Pramono menawarkan solusi kepada pedagang untuk pindah ke kawasan Blok M Hub, yang dikelola langsung oleh PT MRT Jakarta (Perseroda).

Bahkan, ia menggratiskan biaya sewa selama dua bulan pertama agar pedagang mau menempati lokasi baru yang dinilai lebih representatif.

"Kalau mereka mau menggunakan tempat ini (Blok M Hub), maka nanti selama dua bulan, kami berikan kebebasan, free, gratis, supaya mereka mau pindah ke tempat ini. Tempat ini jauh lebih bagus sebenarnya, lebih nyaman, ada AC-nya, dan fasilitasnya juga bagus," sambungnya lagi.

Baca Juga: Hasil Timnas Indonesia U23 vs Laos Babak Pertama, Garuda Muda Mendominasi Serangan

Pramono menekankan bahwa kebijakan ini diambil agar keresahan pedagang segera teratasi, mengingat Blok M kini menjadi salah satu pusat usaha dan gaya hidup warga lintas generasi.

"Karena saya tahu, Blok M ini sekarang menjadi hub baru bagi Jakarta. Saya tidak mau ini berkepanjangan. Ini harus segera diselesaikan," tambahnya.

Latar Belakang Polemik

Sebelumnya, pedagang mengeluhkan lonjakan harga sewa kios yang semula disepakati Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan, berubah signifikan setelah dikelola koperasi. Kondisi ini memicu aksi protes, bahkan sejumlah pedagang memilih angkat kaki.

Baca Juga: Anggota DPR yang Dinonaktifkan Apakah Sama Dengan Dipecat? Begini Penjelasan Ferry Irwandi

Menurut Penasihat Koperasi Kopema, Mumu Mujtahid, kenaikan sewa merupakan konsekuensi perjanjian dengan PT MRT Jakarta, di mana pembayaran harus melalui koperasi. Namun, pedagang menilai kenaikan itu tidak wajar dan membebani usaha mereka.

Kondisi ini makin memanas setelah MRT Jakarta memberi izin pedagang pindah lokasi tanpa koordinasi penuh dengan koperasi, sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

Solusi Permanen

Usai diskusi dengan Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, Gubernur Pramono memastikan ada pelanggaran kesepakatan terkait sewa.

Baca Juga: Review Samsung Galaxy A07, David GadgetIn: Harga Rp1,3 Juta Spek Rasa Rp2 Jutaan

Karena itu, ia meminta kerja sama dengan koperasi dihentikan. Selanjutnya, pengelolaan kios di Blok M Hub akan sepenuhnya dilakukan oleh PT MRT Jakarta agar lebih transparan dan kondusif bagi pedagang.

Dengan langkah ini, diharapkan polemik sewa kios Blok M bisa segera mereda, dan kawasan ikonik Jakarta itu tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi sekaligus ruang interaksi masyarakat yang nyaman.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita