Jakarta Pusat

Info Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Pusat Imbas Proyek MRT Fase 205, Berlaku hingga 7 April 2026

Oleh: Katarina Erlita Kamis 29 Jan 2026, 18:56 WIB
Proyek MRT (Sumber: smartcity.jakarta.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Warga dan pengguna jalan di Jakarta Pusat perlu bersiap menghadapi rekayasa lalu lintas imbas proyek MRT Jakarta Fase 2A Paket CP205.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta resmi menerapkan pengaturan lalu lintas mulai 1 Februari hingga 7 April 2026 seiring pekerjaan penempatan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV.

Rekayasa lalu lintas diberlakukan di sejumlah ruas strategis Jakarta Pusat, antara lain Jalan Tenaga Listrik, Jalan KH Mas Mansyur, Jalan H Fachrudin, Jalan Abdul Muis, Jalan Budi Kemuliaan, hingga Jalan Medan Merdeka Selatan.

Pekerjaan ini merupakan bagian penting dari proyek infrastruktur MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota.

Sejumlah titik pekerjaan Joint Pit dan Control Pit telah rampung sejak akhir 2025.

Di Jalan KH Mas Mansyur, beberapa segmen konstruksi boring HDD sudah selesai dan sebagian ruas telah dibuka kembali untuk lalu lintas.

Namun, masih terdapat beberapa titik yang sedang dan akan dikerjakan hingga Maret 2026, khususnya di sekitar underpass Tanah Abang, depan ruko AURI, serta Jalan H Fachrudin di sekitar perkantoran dan hotel.

Dishub DKI Jakarta mengimbau pengguna jalan untuk memperhatikan rambu sementara, mengikuti arahan petugas, serta mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan.

Rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional dan dapat disesuaikan dengan perkembangan pekerjaan di lapangan.

Proyek MRT Fase 2A Paket CP205 sendiri melibatkan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) yang bermitra dengan Larsen & Toubro Limited untuk mendukung kontraktor utama Sojitz Corporation Ltd.

Nilai proyek ini mencapai Rp409 miliar dan mencakup pekerjaan sistem perkeretaapian, jalur rel, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem SCADA, hingga instalasi kabel tegangan tinggi bawah tanah.

Hingga Desember 2025, progres keseluruhan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 55,89 persen, melampaui target yang ditetapkan. Sementara Paket CP205 mencatat progres 31,48 persen.

Jalur sepanjang 5,8 kilometer ini nantinya akan dilengkapi tujuh stasiun bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota, dengan target rampung pada 2029.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa proyek ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan mobilitas perkotaan, mengurangi kemacetan, serta menyediakan transportasi publik yang andal dan berkelanjutan bagi warga Jakarta.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita