AYOJAKARTA.COM - Pemkot Jakarta Pusat terus memperkuat upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui pembentukan Kampung Siaga TBC.
Sepanjang periode 2024 hingga 2025, sebanyak 104 Kampung Siaga TBC telah terbentuk dan tersebar di 44 kelurahan.
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Eric PZ Lumbun, mengatakan bahwa pembangunan Kampung Siaga TBC ini adalah strategi untuk memastikan penanganan TBC dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Tuberkulosis dapat dituntaskan dengan memperkuat sinergisitas di seluruh lapisan masyarakat," ucap Eric membuka peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2026 di Ruang Serbaguna Utama Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (23/4).

Keberadaan Kampung Siaga TBC ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif warga dalam pencegahan, deteksi dini, hingga pendampingan pengobatan pasien TBC.
Lebih lanjut, Eric menambahkan Pemkot Jakarta Pusat berencana untuk memperluas pembentukan Kampung Siaga TBC pada tahun 2026 ini.
Ia pun meminta para lurah dan camat untuk aktif melakukan pendampingan serta pemantauan terhadap keaktifan program tersebut di wilayah masing-masing.
“Semoga penyelanggaraan Kampung Siaga TBC dapat membentuk masyarakat yang peduli, tanggap, serta mampu mencegah dan menanggulangi TBC,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Kota Jakarta Pusat 2026 yang juga Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sudin Kesehatan Jakarta Pusat, Novita Suprapto Wati, menjelaskan bahwa perluasan Kampung Siaga TBC di setiap kelurahan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Instruksi Wali Kota Jakarta Pusat.
Langkah ini untuk memastikan penanganan TBC dapat menjangkau hingga tingkat level masyarakat kecil.
“Kami mengapresiasi jajaran Pemkot Jakarta Pusat yang mendukung penuh gerakan ini," ujar Novita.

Diharapkan, melalui kontribusi multisektoral yang solid, kata Novita, derajat kesehatan masyarakat di Jakarta Pusat bisa terus meningkat.
Program Kampung Siaga TBC pun diharapkan dapat menjadi model penanganan yang dapat direplikasi di wilayah lain.***