AYOJAKARTA.COM - Penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia menjadi nomor 2 terbanyak di dunia, beberapa Imbauan dari pemerintah dan program Pemprov DKI Jakarta.
Salah satu program yakni Kampung Siaga TBC berbasis RW.
Program ini pun mendapat respons positif dari Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Ovtavianus ketika melakukan audiensi di Balai Kota pada Kamis, 13 November 2025.
Wamenkes Benjamin dikenal sebagai sosok ahli dalam Penanganan penyakit TBC.
Program Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TBC diketahui merupakan salah satu inisiatif dari Wamenkes.
"Itu salah satu ide beliau, dan kemarin beliau sudah turun ke lapangan bersama Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melihat dan memotret bagaimana persoalan tentang TBC yang ada di Jakarta," ujar Pramono.
Baca Juga: Kolaborasi Stakeholder Perkuat Keandalan Listrik dan Akses Energi Terbarukan
Hadirnya program Kampung Siaga TBC berbasis RW ini membuat Penanganan atas kasus TBC semakin efektif.
"Kasus penyakit TBC di Indonesia berada di urutan kedua terbanyak di dunia, dengan 10 persen kasus TBC dunia ada di Indonesia. Oleh karena itu, kalau kita mau jadi negara maju, TBC ini harus diberantas," ucap Wamenkes.
Wamenkes menambahkan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) baru sebagai revisi dari Perpres Nomor 67 Tahun 2021.
Dalam revisi tersebut, jumlah kementerian dan lembaga yang terlibat akan diperluas dari 15 menjadi 35, termasuk TNI dan Polri.
Tidak cukup Penanganan hanya di obat dan fasilitas medis, Benjamin Paulus menyebutkan faktor Gizi harus diperhatikan.
"Orang sakit TBC karena faktor gizi, karena daya tahan tubuh yang turun. Di daerah kumuh pasti kasus TBC-nya tinggi. Maka kami tadi dengan Pak Gubernur mengatur termasuk hal-hal teknis yang di luar medis," pungkasnya. ***

Share this article
Penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia menjadi nomor 2 terbanyak di dunia, beberapa Imbauan dari pemerintah