Jakarta Pusat

Antisipasi Longsor Susulan, Sudin SDA Jakpus Gerak Cepat Tangani Bantaran KBB di Benhil!

Oleh: Jinan Vania Barizky
SDA Jakarta Pusat bergerak cepat melakukan penanganan darurat terhadap longsor yang terjadi di bantaran Kanal Banjir Barat (KBB) (Sumber: Beritajakarta.id | Foto: Beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM — Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat bergerak cepat melakukan penanganan darurat terhadap longsor yang terjadi di bantaran Kanal Banjir Barat (KBB), Jalan Administrasi Negara I, RT 01/RW 07, Kelurahan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi kerusakan yang lebih luas di kawasan tersebut.

Berikut adalah 5 hal penting terkait penanganan longsor di Benhil:

1. Kerahkan 30 Personel Pasukan Biru

Untuk menangani longsor sepanjang 60 meter tersebut, Sudin SDA Jakarta Pusat mengerahkan sedikitnya 30 personel pasukan biru.

Selain tenaga manusia, dua unit alat berat juga diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi dan perbaikan.

2. Penyebab dan Lokasi Longsor

Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Sudin SDA Jakarta Pusat, Citrin Indriati, menjelaskan bahwa longsor ini dipicu oleh abrasi sungai.

Titik longsor sendiri berada tepat di pertemuan antara Kali Krukut dan Kanal Banjir Barat (KBB).

3. Metode Penanganan Darurat

Petugas melakukan penanganan darurat dengan memasang cerucuk yang dikombinasikan dengan bronjong batu kali bertingkat di sisi selatan bantaran.

"Ini untuk mencegah longsoran agar tidak meluas ke area permukiman warga," ujar Citrin pada Selasa, 30 Juni 2026.

4. Kendala Teknis di Lapangan

Proses pengerjaan sempat menemui kendala akses. Petugas tidak berani menurunkan material langsung di pinggir jalan karena dikhawatirkan beban material justru memicu longsor susulan.

Sebagai solusinya, pemindahan batu kali dan bronjong dilakukan secara estafet menggunakan alat berat dari seberang kanal.

5. Target Rampung dan Rencana Permanen

Penanganan darurat ini ditargetkan selesai pada pekan ini. Untuk jangka panjang, akan dibangun sheet pile permanen di sepanjang area tersebut.

Pembangunan sheet pile ini nantinya merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) melalui koordinasi dengan Dinas SDA DKI Jakarta.

Pihak Sudin SDA juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di sepanjang sepadan kali.

Hal ini sangat penting untuk menghindari risiko abrasi yang dapat membahayakan keselamatan nyawa warga di sekitar bantaran.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky