JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pameran bertajuk Antologi dalam peringatan 21 tahun Tragedi Semanggi I diharapkan menjadi pelajaran penting bagi generasi saat ini.
"Dalam pameran kali ini, kami tampilkan memorabilia, mulai dari foto, KTP, baju dan barang-barang yang dimiliki oleh mahasiswa yang gugur pada 1998, untuk dikenang dan dijadikan pembelajaran bagi generasi hari ini," ujar Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, di M Bloc Space, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).
Selain itu, pameran tersebut juga sebagai pesan kepada pemerintah yang harus harus mampu bertindak tegas terhadap pelanggaran berat HAM masa lampau. Seperti halnya kejadian Semanggi I lantaran keluarga korban menanti kepastian dari penegak hukum.
AYO BACA : Tahu Lebih Jauh Tragedi Semanggi I di Pameran Antologi
"Negara agar tidak lupa. Untuk segera melakukan penghukuman terhadap para pelaku yang terlibat. Dalam penembakan yang mengakibatkan banyaknya korban tewas dalam peristiwa tersebut, atau dikenal sebagai tragedi Semanggi 1," kata Usman.
Usman berharap, Pemerintah Jokowi-Amin bisa menyelesaikan sejumlah kasus pelanggaran HAM berat. Peristiwa Semanggi merupakan salah satu kasus yang diselidiki oleh komnas HAM.
"Kami berharap, pemerintah Jokowi yang berjanji dalam kampanye 2014, untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat," harapnya.