Jakarta Selatan

SMF Salurkan Bantuan 7 Septictank Komunal Untuk Kelurahan Kalibata

Oleh: Birny Birdieni Rabu 01 Okt 2025, 10:21 WIB
Primasari Setyaningrum, Sekretaris Perusahaan PT SMF bersama Wakil Camat Kecamatan Pancoran, Rudi Cahyadi, Ketua RW dan Ketua RT meninjau lokasi hasil pembangunan septic tank. (Dok PT SMF)

AYOJAKARTA.COM-- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) menyalurkan bantuan sanitasi layak berupa tujuh septic tank komunal untuk warga di RW 005 Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Simbolisasi penyerahan bantuan sanitasi dilakukan oleh Primasari Setyaningrum, Sekretaris Perusahaan SMF dan disaksikan oleh Wakil Camat Kecamatan Pancoran, Rudi Cahyadi, dan Sekretaris PMI Kota Jakarta Selatan, Sunardi.

Bantuan ini merupakan kontribusi program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) SMF dan juga donasi netizen instagram melalui program gerakan sosial #SiapkanDariSekarang yang dilakukan SMF, serta kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Baca Juga: Pemekaran Wilayah Kelurahan Kapuk Jakarta Barat, Berikut Ketentuan Mekanisme Pelayanan untuk Dokumen Kependudukan

Dengan 7 Septic tank komunal tersebut, dapat bermanfaat untuk 32 rumah di area tersebut. Gerakan sosial ini dikampanyekan di Instagram SMF mulai dari Juni-Juli 2025 sebagai bagian dari rangkaian HUT SMF ke-20, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya rumah layak huni demi kualitas hidup yang lebih baik.

Melalui kampanye ini, setiap unggahan foto di Instagram dengan tema #SiapkanDariSekarang Hidup Sehat Dimulai Dari Rumah’ setara dengan donasi Rp50.000 yang kemudian disalurkan sebagai paket bantuan sanitasi bagi kawasan kumuh di Indonesia, salah satunya wilayah Kelurahan Kalibata, Jakarta Selatan.

"Dengan adanya gerakan sosial ini diharapkan semakin mendorong masyarakat untuk lebih aware lagi bahwa rumah itu bukan sekedar bangunan, tapi juga pentingnya akses sanitasi air bersih di rumah untuk meningkatkan kesehatan keluarga Indonesia, yang secara tidak langsung akan membantu meningkatkan kualitas generasi bangsa selanjutnya, salah satunya juga menurunkan angka stunting,” ungkap Primasari dikutip Rabu, 1 Oktober 2025.

Baca Juga: Kemenag Serius Tanggapi Musibah di Al Khoziny, Fokus Pemulihan dan Antisipasi

Berdasarkan data Susenas Maret 2024 yang diolah oleh SMF Research Institute, Indonesia masih memiliki 25,3 juta rumah tangga yang tinggal di rumah tidak layak huni termasuk di kawasan yang kumuh.

Sebagai bagian dari program TJSL, SMF yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, menjalankan inisiatif Peningkatan Kualitas Rumah di Kawasan Kumuh yang salah satunya melalui pemenuhan sanitasi yang layak.

“Tentunya dari bantuan sanitasi yang kami berikan, kami berharap warga setempat dapat hidup lebih sehat, terhindar dari berbagai penyakit, serta memiliki lingkungan yang bersih dan nyaman untuk ditinggali bersama keluarga. Dapat hidup lebih bermartabat,” tambah Primasari.

Baca Juga: Versi Murah dari Samsung S25, Harga Samsung Galaxy S25 FE di Indonesia dan Spesifikasi Lengkap!

Sejak 2019 hingga triwulan II 2025, PT SMF (Persero) telah menyalurkan bantuan untuk meningkatkan kualitas 703 rumah agar layak huni di 33 lokasi.

Selain mendukung pembangunan rumah yang lebih layak, SMF juga telah menyalurkan paket bantuan sanitasi air bersih dan MCK senilai Rp882 juta di 18 kawasan kumuh, termasuk pembangunan sumur bor, toilet, septic tank komunal, serta perbaikan dan pembangunan fasilitas sanitasi.

“Minimnya akses air bersih meningkatkan risiko diare dan penyakit pencernaan. Sementara itu, sanitasi yang buruk juga dapat menyebabkan infeksi pada ibu hamil, mengganggu penyerapan nutrisi, dan berdampak pada pertumbuhan janin sebagai penyebab tidak langsung stunting," jelasnya.

Primasari berharap banyak masyarakat yang mengikuti gerakan ini sehingga semakin banyak yang terbantu untuk memiliki hidup yang lebih layak.

Reporter Birny Birdieni
Editor Birny Birdieni