AYOJAKARTA.COM - Polemik dalam pembangunan IKN di Kalimantan memang hingga kini masih terus berlanjut.
Bahkan baru-baru ini muncul kembali wacana bahwa di IKN tidak akan ada warung makan Tegal atau warteg dan juga rumah-rumah bedeng.
Wacana tersebut rupanya pernah disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.
Basuki memastikan bahwa bahwa tak akan ada bedeng-bedeng hingga warteg saat pekerjaan IKN.
Alasannya adalah Basuki tidak mau saat pengerjaan IKN kawasan menjadi kumuh karena adanya rumah bedeng ataupun warteg.
Meski begitu, Basuki menyatakan bahwa akan mengganti kebutuhan tersebut dengan hunian khusus yang layak hingga dapur umum bagi para pekerja di IKN.
"Nanti ini Februari Maret baru mulai masuk pekerja fisiknya, kira-kira akan ada 16 ribu pekerja konstruksi. Itu di sana tidak boleh dengan bedeng-bedeng. Semua masuk ke rusun, hunian pekerja. Jadi semua tertib dengan disiplin," kata Basuki pada bulan Januari 2023 lalu seperti dikutip dari Suara.com, Kamis, 28 Desember 2023.
Wacana ini pun kembali ramai diperbincangkan warganet dan mulai mendapat berbagai komentar.
Banyak yang tentunya tidak setuju dengan keputusan bahwa tidak ada warteg di IKN dan justru akan menimbulkan beragam spekulasi di masyarakat.
Seperti beberapa warganet ini yang ikut berkomentar tentang mencuatnya kembali wacana ini. Tentunya banyak sekali kontra yang timbul dari wacana tersebut.
"Oh gitu ya, pajaknya doang yang ditarikin buat bangun IKN, tar yang mau usaha warteg di IKN dilarang," cuit akun warganet @rthurbraga melalui platform X (dulu Twitter).
"Warteg aja ga boleh di IKN jelas bahwa IKN bukan untuk rakyat! Masih mau dukung Paslon yg dukung kelanjutan pembangunan IKN???" tulis akun @SBahriTweet.
"Warteg dilarang di IKN, menurutku warteg lebih berharga daripada McD," timpal akun @IdonNara.

Share this article
Alasannya adalah Basuki tidak mau saat pengerjaan IKN kawasan menjadi kumuh karena adanya rumah bedeng ataupun warteg.