AYOJAKARTA.COM - Tetap semangat mencari ilmu, 129 warga lanjut usia (lansia) dari 2 sekolah lansia yakni Sekolah Lansia Pasar Minggu dan Sekolah Lansia Fatmawati hari ini diwisuda pada Kamis, 13 November 2025 di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
Sekolah Lansia hadir dari program Bina Keluarga Lansia dari Dinas PPAPP DKI Jakarta yang berkolaborasi dengan komponen pentahelix.
Bertujuan untuk menjadikan lansia yang produktif, mandidi dan sehat hingga bermartabat dan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dari berbagai bidang.
Pemerintah DKI Jakarta diketahui memiliki 75 sekolah lansia, 10 sekolah lansia di antaranya dilakukan dengan pembelajaran tatap muka.
Sedangkan 65 sekolah lansia SSB Senior Sekolah Pintar di Jakarta Timur diselenggarakan dengan menggunakan metode pembelajaran hybrid.
Dalam acara Wisuda Sekolah Lansia hari ini, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono ikut mengapresiasi semangat dari para lansia yang tetap mencari ilmu.
"Kami beri apresiasi atas capaian yang telah diraih. Meski sekolah Lansia bukan sekolah formal yang bertujuan untuk mendapatkan gelar, tapi harapannya dengan sekolah ini mereka bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Lebih sehat, lebih segar, lebih aktif dan bahagia serta bermanfaat bagi lingkungan atau masyarakat sekitar," ujarnya, pada Kamis, 13 November 2025.
Lebih lanjut, keaktifan dari para lansia ini menjadi semangat dan inspirasi bagi masyarakat di dunia pendidikan.
Sebagai informasi kegiatan wisuda ini dilakukan setelah para lansia yang berhasil lulus telah melakukan pendidikan non-formal selama 6 bulan hingga 1 tahun lamanya.
"Lansia yang diwisuda hari ini ada yang kita sebut Standar Satu (S1), Standar Dua (S2) sampai Standar Tiga (S3). Masing-masing mempunyai jangka waktu sekolah yang berbeda," ungkap Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan, Rizky Hamid.
Rizky menjelaskan, untuk pembelajarannya, sekolah Lansia didukung oleh beberapa universitas ternama yang ada di Jakarta, kemudian TP PKK, Ikatan Istri Dokter Indonesia, camat, lurah dan lain sebagainya.
Ia menuturkan, mereka yang rata-rata berusia 60 tahun hingga 80 tahun berhak mengikuti pembelajaran terkait dengan kesehatan, keagamaan, sosial budaya, dan tentunya kumpul-kumpul bareng bersama yang tentunya itu menjadi penyemangat hidup.***