AYOJAKARTA.COM - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan terus mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah organik.
Kali ini, Sudin LH Jaksel mendorong inovasi tersebut melalui penerapan metode pengomposan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepala Sudin LH Jakarta Selatan, Dedy Setiono mengatakan, pihaknya mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah organik.

Dua di antaranya adalah melalui metode Biopori Jumbo dan Teba Modern.
Dengan dua metode pengomposan tersebut, Dedy yakin cara ini efektif untuk mengurangi dan mengatasi sampah organik.
Biopori Jumbo sendiri adalah metode pengolahan sampah organik skala besar dengan menggunakan tong plastik berkapasitas sekitar 30 liter yang dilubangi dan ditanam di dalam tanah.
"Metode ini merupakan pengembangan dari lubang resapan biopori konvensional dengan kapasitas lebih besar untuk menampung sampah dapur maupun daun kering," ujar Dedy.

Sedangkan, untuk Teba Modern adalah metode pengelolaan sampah organik mandiri berbasis kearifan lokal.
Biasanya motode ini berupa lubang komposter yang menyerupai sumur sedalam dua hingga tiga meter, lalu diperkuat dengan beton dan dilengkapi penutup.
Dengan metode ini, Dedy berharap masyarakat mampu mengolah sampah organik langsung dari sumbernya.
Langkah ini sekaligus untuk mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.
Lebih lanjut, Dedy mengatakan bahwa sejumlah wilayah di Jaksel sudah menerapkan metode pengomposan ini.
Dengan cara pengelolaan sampah organik mandiri dan berkelanjutan ini diharapkan bisa semakin diimplementasikan.

Ia juga mengimbau warga untuk membiasakan diri memilah sampah sejak dari meja makan sebagai langkah nyata menuju Jakarta Selatan bebas sampah organik.
Kkhususnya dalam pengelolaan sisa makanan (food waste) atau sampah olahan dapur.
Dengan demikian, pengelolaan sampah berbasis sumber ini bisa menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Jakarta Selatan.***