Jakarta Selatan

Gambaran Rekayasa Lalu Lintas Saat CFD Rasuna Said Mulai Dilangsungkan Juni 2026

Oleh: Katarina Erlita
Kawasan Rasuna Said. (Sumber: binamarga.jakarta.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menggelar Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Kegiatan perdana CFD berlangsung pada hari Minggu, 10 Mei 2026. Acara ini dilaksanakan mulai pukul 05.30 hingga 10.00 WIB.

Pelaksanaan CFD kali ini bertepatan dengan pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Ruas jalan ini dipilih untuk memberikan ruang olahraga yang lebih luas bagi warga Jakarta.

Titik Penutupan Jalan dan Rekayasa Arus

Petugas melakukan penutupan jalan pada dua sisi utama di kawasan Kuningan. Pada sisi timur, jalan ditutup mulai dari Simpang Jalan Gembira hingga Simpang Jalan Raya Casablanca.

Sementara itu, sisi barat ditutup dari Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio sampai Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya.

Korlantas Polri mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan ini selama kegiatan berlangsung.

Beberapa rute alternatif telah disiapkan untuk mengalihkan arus lalu lintas.

Kendaraan dari arah Manggarai menuju Tanah Abang dialihkan melalui Jalan Sultan Agung dan Jalan Galunggung.

Bagi pengendara dari Kampung Melayu, arus diarahkan melewati Jalan Raya Casablanca dan Jalan K.H. Mas Mansyur.

Kendaraan dari Menteng menuju Kuningan dapat menggunakan rute Jalan Kuningan Persada dan Jalan Kuningan Mulya.

Fasilitas Parkir dan Transportasi Umum

Warga yang ingin berpartisipasi dapat memanfaatkan ribuan ruang parkir yang tersedia.

Lokasi parkir tersebar di Pasar Festival, GOR Soemantri, dan kawasan Rasuna Epicentrum.

Fasilitas parkir juga tersedia di Setiabudi One serta Gedung Nyi Ageng Serang dengan total 3.687 satuan ruang parkir.

Layanan transportasi umum seperti Transjakarta dan LRT Jabodebek dipastikan tetap beroperasi normal.

Setidaknya ada tujuh koridor Transjakarta yang bisa mengantarkan warga menuju lokasi acara.

Gerakan Pilah Sampah dan Respon Masyarakat

Selain berolahraga, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencanangkan gerakan pilah sampah dari rumah.

Program ini merupakan misi besar untuk membereskan persoalan sampah Jakarta secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk mengolah sampah menjadi energi.

CFD di Rasuna Said sendiri direncanakan berlaku efektif secara rutin mulai 1 Juni 2026.

Kebijakan ini menuai beragam komentar dari para warganet di media sosial.

Sebagian masyarakat melayangkan protes karena khawatir CFD menghambat akses ke berbagai rumah sakit di area tersebut.

"Semua aja jalan dijadiin cfd, udah tau banyak Rumah Sakit distu," kata seorang warganet di kolom komentar akun Instagram Pramono Anung.

Pekerja yang tetap masuk pada hari Minggu juga merasa kesulitan karena mobilitas mereka menjadi terbatas.

Mereka berharap pemerintah lebih bijak dalam melihat dampak operasional medis dan beban logistik pekerja di hari libur.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita