AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mengumumkan rencana besar untuk kawasan Jakarta Selatan.
Kawasan Jalan Rasuna Said akan segera dijadikan lokasi Car Free Day (CFD) yang baru di ibu kota Jakarta.
Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada tanggal 1 Juni 2026 mendatang.
Informasi penting ini disampaikan langsung oleh Pramono melalui sebuah unggahan di akun media sosial Instagram pribadinya pada hari Minggu, 10 Mei 2026.
"CFD pertama di Rasuna Said insyaAllah berlaku efektif per 1 Juni 2026. Pada saat yang bersamaan, saya mengumumkan kepada warga Jakarta untuk memilah sampah dari rumah," tulis Pramono Anung.
"Dengan kolaborasi bersama Menko Pangan Bapak @zul.hasan dan Menteri Lingkungan Hidup Bapak Jumhur, Pemerintah Jakarta bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan persoalan sampah dari hulu ke hilir," sambungnya lagi.
Selain mengenai penutupan jalan untuk program CFD, Pramono juga membawa pesan penting terkait pelestarian lingkungan.
Ia mengimbau seluruh warga Jakarta untuk mulai membiasakan diri memilah sampah langsung dari rumah masing-masing.
Program ini bukan merupakan langkah kecil, melainkan sebuah misi besar Pemerintah Jakarta untuk membereskan masalah sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dalam menjalankan misi lingkungan ini, Pemerintah Jakarta melakukan kolaborasi yang cukup kuat dengan pemerintah pusat.
Gubernur DKI Jakarta bekerja sama dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur.
Mereka berkomitmen penuh untuk menyelesaikan persoalan sampah di Jakarta dari tingkat hulu hingga ke tingkat hilir agar lingkungan menjadi lebih bersih.
Sayangnya, pengumuman ini tidak mendapatkan sambutan hangat dari semua kalangan masyarakat.
Unggahan tersebut justru memicu gelombang protes dari para warganet di kolom komentar media sosial.
Banyak netizen yang merasa sangat keberatan dengan rencana penutupan jalan di area Rasuna Said tersebut.
Mereka menilai bahwa kebijakan penutupan jalan imbas CFD ini akan sangat mengganggu kelancaran mobilitas sehari-hari.
Salah satu keluhan utama datang dari masyarakat yang masih harus tetap bekerja pada hari Minggu.
"Pak, saya kerja di hari Minggu. Kalau Sudirman tutup, Kuningan juga tutup, bagaimana saya bisa kerja? Saya kerja bawa 3 tas besar total 7 kilogram lebih. Tidak memungkinkan naik transportasi umum" tulis salah satu warganet.
Seorang netizen menceritakan kesulitannya jika harus melewati area tersebut saat CFD sedang berlangsung.
Warganet tersebut menjelaskan bahwa jika Jalan Sudirman ditutup dan kawasan Kuningan juga ikut ditutup, ia akan kesulitan menuju tempat kerja.
Ia sering kali harus membawa beban kerja berupa tiga tas besar dengan berat total mencapai tujuh kilogram lebih.
Baginya, sangat tidak memungkinkan untuk menggunakan transportasi umum dengan beban seberat itu.
Penutupan akses jalan utama di kawasan Kuningan ini dianggap benar-benar menyulitkan pergerakan warga.
Ada pula netizen lain yang mengungkapkan harapan agar pelaksanaan CFD di Rasuna Said nanti menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir.
Hal ini dikarenakan kebijakan tersebut dinilai hanya akan membuat mobilitas masyarakat Jakarta menjadi semakin susah.
"Semoga ini di CFD rasuna said pertama dan yang terahir pak,bikin susah mobilitas," timpal netizen lainnya.
Hal paling krusial yang menjadi sorotan tajam dari warga adalah keberadaan fasilitas kesehatan di area tersebut.
Kawasan Rasuna Said diketahui memiliki banyak rumah sakit besar di sepanjang jalannya.
Warganet mengingatkan pemerintah bahwa semua jalan seolah-olah ingin dijadikan lokasi CFD tanpa memikirkan dampak akses medis.
Penutupan jalan dikhawatirkan bisa berakibat buruk bagi pasien yang membutuhkan akses cepat ke rumah sakit.
"Semua aja jalan dijadiin cfd, udah tau banyak Rumah Sakit distu," kata seorang warganet.
Pemerintah diminta untuk lebih bijak dalam melihat kondisi lapangan sebelum menerapkan aturan baru ini.***
Share this article
Gubernur Pramono Anung umumkan CFD di Jl. Rasuna Said mulai 1 Juni 2026 dan ajak warga pilah sampah. Kebijakan ini menuai protes netizen karena dinilai hambat mobilitas pekerja dan akses rumah sakit.