AYOJAKARTA.COM – Guna memangkas aksi tawuran, Gubernur Jakarta Pramono Anung menjadikan Program Manggarai Bershalawat sebagai jalan keluar.
Program Manggarai Bershalawat, menurut Pramono Anung dipilih karena masing-masing pihak yang sering terlibat tawuran membutuhkan aliran energi untuk melepas emosi.
Salah satu cara paling efektif untuk mewadahi kebutuhan tersebut, menurut Pramono Anung adalah dengan memperkenalkan Program Manggarai Bershalawat.
“Idenya itu datang dari temen-temen media, dan saya hanya berusaha memfasilitasi itu,” ungkap Pramono Anung saat meresmikan acara.
Sebelumnya, kawasan Manggarai, Jakarta Selatan dikenal sebagai salah satu wilayah di Jakarta yang sering terlibat aksi tawuran.
Meski sering disebabkan oleh persoalan sepele, aksi tawuran di kawasan Manggarai juga telah berulang kali meluas menjadi perkelahian antar warga.
Selain sering menyebabkan terjadinya kemacetan jalan, dampak dari aksi tawuran di kawasan Manggarai juga membuat hubungan silaturahmi merenggang.
Untuk mengantisipasi terjadinya kembali aksi tawuran di kawasan Manggarai, Gubernur Jakarta kemudian memperkenalkan Program Manggarai Bershalawat.
Menurut Pramono Anung, melalui Program Manggarai Bershalawat diharapkan akan dapat mempererat tali ikatan persaudaraan.
Terlebih karena di sekitar Manggarai, sebelumnya pernah tercatat sebagai salah satu kawasan yang mengadakan program mandiri bertajuk Umrah Bersama RW.
Berbekal semangat di masa lalu tersebut, Gubernur Jakarta optimis Program Manggarai Bershalawat akan menambah kebersamaan dari masing-masing warga.
Disamping menggelar program Manggarai Bershalawat, Gubernur Jakarta juga berencana akan mempersiapkan sejumlah sarana untuk pelepasan energi berlebih warga.
“Penyebab tawuran itu energi yang tidak tersalurkan, lowongan pekerjaan, pengaruh sosmed, dan itu yang kita cari solusinya supaya lebih optimis,” imbuh Pram.
Salah satu rencana yang akan dilakukan oleh Gubernur saat bertatap muka secara langsung dengan warga adalah mengupayakan ketersediaan lahan olah raga.
Penyebab lain dari munculnya aksi tawuran di kawasan Manggarai, menurut Gubernur Jakarta adalah tingginya angka produktif yang tidak diimbangi lapangan pekerjaan.
Guna memperkecil ketimpangan sosial tersebut, Gubernur Jakarta berkomitmen untuk dapat menyediakan lapangan kerja.
Adapun cara yang akan dilakukan Gubernur Jakarta adalah dengan memprioritaskan warga dari kawasan Manggarai dalam memperoleh akses KJP dan lapangan pekerjaan.
“Alat olah raga sudah dibantu Pak Walikota, saya sendiri akan membangun lapangan futsal, sehingga energi akan tersalur dengan baik,” imbuhnya.
Program Manggarai Bershalawat menurut Gubernur Jakarta bukan merupakan satu-satunya jalan penyelesaian, melainkan sarana untuk mengetahui akar persoalan.
Dengan diketahuinya akar persoalan, Gubernur Jakarta optimis di masa mendatang kehidupan warga Manggarai akan lebih harmoni. ***