PONDOK RANGON, AYOJAKARTA.COM - Penanggung Jawab Pelaksana Pemakaman Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Muhaimin mengemukakan, pihaknya mencari area baru untuk memakamkan jenazah yang meninggal terkait corona. Itu lantaran lahan pemakaman untuk jenazah Covid-19 yang beragama Islam penuh sejak 8 November.
"Kami masih berusaha mencari lokasi-lokasi yang masih memungkinkan," ungkap Muhaimin di Jakarta, Selasa (1/12/2020).
Kini, kata dia, liang lahat untuk pemakaman hanya tersisa puluhan petak makam untuk jenazah Covid-19 umat nasrani. Kelak, area baru yang dicari adalah area yang aman dari longsor. Sehingga, masih memungkinkan untuk menggali liang lahat di sana.
"Kami akan menginventarisir lokasi-lokasi yang sekiranya tidak akan longsor," katanya.
AYO BACA : TPU Pondok Ranggon Diprediksi Penuh Dua Bulan Lagi
Selain mencari area baru, kata dia, pihaknya juga menerapkan sistem tumpang untuk jenazah Covid-19 Muslim di Pondok Ranggon. Penerapannya telah dimulai sejak 8 November lalu.
Sistem tumpang adalah menempatkan jenazah Covid-19 di makam bukan Covid-19 yang sudah ada sebelumnya. Jenazah yang sudah ada sebelumnya akan ditimpa dengan jenazah Covid-19.
Sistem tumpang, kata Muhaimin, harus memenuhi dua syarat. Pertama, jenazah Covid-19 itu mendapatkan izin untuk menggunakan tanah makam. Kedua, mendapat persetujuan dari seluruh pihak keluarga dari makam yang akan ditumpangi.
"Tujuannya seperti itu agar tak ada kendala di kemudian hari. Prosesnya itu dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Dinas Pertamanan dan Hutan DKI Jakarta," kata Muhaimin.
Lahan pemakaman untuk jenazah Covid-19 yang beragama Islam di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, sudah penuh sejak 8 November lalu. Sedangkan lahan untuk jenazah Covid-19 Kristen hanya tersisa 80 hingga 100 petak.