Jakarta Timur

Bikin Jera, Pelanggar Protokol Kesehatan di Pasar Rebo Dimasukkan ke Peti Mati

Oleh: Admin Kamis 03 Sep 2020, 09:09 WIB
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur telah memasang tugu peringatan Covid-19 di Jalan Raya Kalisari, Pasar Rebo/ dok

PASAR REBO, AYOJAKARTA.COM – Cara unik dilakukan petugas Satpol PP yang menindak warga karena melanggar protokol kesehatan dengan tidak memakai masker di kawasan Kalisari Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (2/9/2020).

Warga yang kedapatan tidak menggunakan masker dimasukkan ke dalam peti mati yang kebetulan tengah membawa peti mati. Razia tersebut terekam dan menjadi viral di dunia media sosial lewat akun Instagram @warung_jurnalis.

AYO BACA : Sudah Tiga Kali Harian Covid-19 di DKI Jakarta Melebihi 1.000 Kasus

Kasatpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian mengatakan saat itu memang beberapa warga yang tak pakai masker ditindak dengan dimasukan ke dalam peti mati.

"Tadi kalau enggak salah ada dua orang yang ditindak. Coba nanti saya cek lagi," kata Budhy saat dikonfirmasi pada Rabu (2/9).

AYO BACA : Peringatkan Bahaya Corona untuk Warga Pasar Rebo, Pemkot Jaktim Pasang Tugu Peringatan Covid-19

Budhy menjelaskan awalnya para pelanggar sedang mengantre giliran untuk melakukan kerja sosial yakni menyapu jalanan selama satu jam.

"Jadi saat itu lagi banyak yang ngantre. Kebetulan petugas di Pasar Rebo lagi bawa peti mati kosong. Lalu petugas tanya ke pelanggar 'mau masuk peti mati atau nunggu?" ujar dia.

Alhasil, beberapa pelanggar setuju untuk masuk peti mati selama beberapa menit demi mempersingkat waktu. Mereka yang masuk ke dalam peti kata Budhy mengaku jera dan akan patuh memakai masker selama keluar rumah.

Budhy mengatakan peraturan ini masih dalam tahap uji coba. Jika tindakan ini memberikan dampak baik untuk masyarakat, maka akan diusulkan untuk diberlakukan secara permanen. Peti mati yang digunakannya juga dijaga agar selalu steril.

"Kami juga pakai disinfektan ke peti mati agar tetap steril setelah dimasukkan pelanggar," tutur dia.

AYO BACA : Ini Alasan Kawasan Kanal Banjir Timur Ditutup

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono